Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hingga September 2022, Bayer Berdayakan 800.000 Petani di Indonesia

Pemberdayaan ini merupakan bagian dari program Bayer untuk Indonesia (BISA) yang menjangkau petani Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 September 2022  |  14:34 WIB
Hingga September 2022, Bayer Berdayakan 800.000 Petani di Indonesia
(ki-ka) Bayer Corp Science Head Arnab Das, Managing Director dan CFO Bayer ASEAN Ernst Coppens, Head of Communications, Public Affairs, Science and Sustanability Bayer Indonesia Laksmi Prasvitga, dan Presiden Direktur Bayer Indonesia Kinshuk Kunwar dalam diskusi dengan media di Labuan Bajo, Jumat (23/9/2022). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, LABUAN BAJO – Perusahaan kesehatan dan pertanian Bayer Indonesia telah memberdayakan 800.000 keluarga petani yang tersebar di 15 provinsi dan 90 kecamatan di Indonesia hingga September 2022.

Pemberdayaan ini merupakan bagian dari program perseroan Bayer untuk Indonesia (BISA) yang menjangkau petani Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) serta membangun ekosistem desa di seluruh Indonesia.

Presiden Direktur Bayer Indonesia Kinshuk Kunwar mengatakan program BISA merupakan program holistik yang memberdayakan komunitas petani untuk ketahanan pangan serta membekali keluarga tani dengan pengetahuan dan akses pelatihan kesehatan mandiri dan perempuan hingga edukasi penanggulangan stunting.

“Program ini menjadi implementasi dari visi Bayer ‘Health for All, Hunger for None’,” ungkap Kinshuk dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (23/9/2022).

Kinshuk menambahkan, Bayer berkomitmen untuk terus memperluas manfaat program BISA hingga 2030 mendatang. Bayer memiliki target untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan bagi 4 juta petani lahan kecil, 1 juta masyarakat ekonomi rentan, dan 1 juta perempuan di perkotaan/pedesaan.

“Kita sudah ada d 15 provinsi dengan kita membangun 600 better life farming centre, kan target kita membangun 4 juta petani kecil,” kata Kinshuk.

Sementara itu, Managing Director dan CFO Bayer ASEAN Ernst Coppens mengatakan program BISA dan Better Life Farming ini juga menjadi salah satu bentuk partisipasi Bayer dalam gugus tugas perdagangan dan investasi Bisnis 20 (B20).

“Dengan bergabung dalam kesepakatan B20, Bayer ingin menjadi bagian dari pemangku kepentingan yang memiliki semangat yang sama, untuk bekerjasama menghadirkan solusi yang berkelanjutan khususnya di bidang ketahanan pangan dan kesehatan,” jelas Ernst.

Ernst menjelaskan Bayer mendukung petani kecil dengan membangun ekosistem bisnis pertanian di desa melalui Better Life Farming.  Di Asia, program Better Life Farming telah memberdayakan 2.000 kios cerdas pertanian atau yang disebut Better Life Farming Center di wilayah India, Indonesia dan Bangladesh.

Bayer bekerjasama dengan para pelaku usaha kecil di desa serta membekali mereka dengan pendampingan, yang bertujuan untuk menjadikan kios mereka lebih inovatif dan profesional.

Di Indonesia, dari 600 Better Life Farming Center yang terbentuk, 103 kios diantaranya dipimpin oleh perempuan, dengan rata-rata penjualan yang meningkat hingga 35 persen per tahun.

Ersnt menegaskan, program BISA dan Better Life Farming ini bukan merupakan program tanggung jawab sosial Bayer sebagai sebuah perusahaan, namun sebagai sebuah komitmen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bayer indonesia ketahanan pangan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top