Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Teken Kontrak Dagang hampir Rp15 Triliun dengan India

Kontrak dagang senilai hampir US$1 miliar dengan India ini adalah untuk penjualan produk mulai dari CPO, jeli, daging kerbau, hingga furnitur.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 23 September 2022  |  21:17 WIB
Indonesia Teken Kontrak Dagang hampir Rp15 Triliun dengan India
Ilustrasi Refined, bleached, and deodorized (RBD) palm oil sebagai bahan baku minyak goreng - The Edge Markets
Bagikan

Bisnis.com, MANGUPURA - Indonesia meneken kontrak dagang dengan potensi hampir US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun (estimasi kurs Rp15.000 per dolar AS)dengan India. Tercatat, sebanyak 8 MoU diteken antara pengusaha Indonesia dengan India.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, nilai transaksi kontrak bernilai hampir US$1 miliar. Setelah kontrak ini ditandatangani, Zulkifli mengatakan, pihaknya akan mencoba mengembangkan lagi kerja sama dengan India.

"Kemarin saya ke India, satu hari kita terjadi transaksi US$3,2 miliar. Tadi, hampir US$ 1 miliar. Saya merasa kita kurang bersungguh-sungguh membina dan mengembangkan kerja sama perdagangan dengan India, ini yang saya coba bangun," ucap menteri yang akrab disapa Zulhas ini di Mangupura, Bali, Jumat (23/9/2022).

Rinciannya, MoU tersebut ditandatangani antara PT Niramas Utama dengan Asia Confectionery LLP yang berkomitmen membeli produk jeli INACO. Lalu, Perum BULOG dengan Allanasons Pvt. Ltd untuk ekspor produk daging kerbau halal dan minyak serta lemak antara AAA Oils & Fats Pte. Ltd, entitas Apical Group, dan ANA Oils & Fats.

Lalu, MoU selanjutnya antara PT Trishakti Sejahtera Indonesia dengan Suraj International Trading untuk komitmen pembelian produk furnitur, PT Royal Exotic Indonesia dan Synova Crop Science untuk penandatanganan kontrak dagang.

Selain itu, MoU juga ditandatangani oleh Agro Inti Semesta dengan NCS Industries untuk Refinery Purchase Agreement, Agro Inti Semesta dengan Mirra Oils untuk pembelian CPO, dan Agro Inti Semesta dengan Pyramyd Energy General Trading untuk pembelian CPO.

Zulhas menuturkan, dirinya akan mengajak dua atau tiga menteri untuk bertemu dengan menteri perdagangan di India, untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan intens dengan India. Menurutnya, banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara Indonesia dengan India.

"India negara besar, punya teknologi, punya industri, punya segalanya, kita punya kerja sama yang saling menguntungkan. Mudahan 2 bulan ke depan kami akan mengajak para pengusaha untuk bersama-sama ke India, untuk menggali peluang kerja sama," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor india cpo
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top