Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah BUMN 2022: Digitalisasi Pupuk Indonesia Dorong Penyaluran Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

PT Pupuk Indonesia berharap aplikasi Rekan dapat diimplementasikan di 28.815 kios yang tersebar di seluruh Indonesia.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 14 September 2022  |  23:48 WIB
Jelajah BUMN 2022: Digitalisasi Pupuk Indonesia Dorong Penyaluran Pupuk Subsidi Tepat Sasaran
Pupuk Indonesia. - Pupuk Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, SUBANG - PT Pupuk Indonesia gencar melakukan digitalisasi, salah satunya dengan meluncurkan aplikasi Retail Management System (RMS) atau Rekan. Aplikasi itu dinilai dapat membantu penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih tepat sasaran.

Aplikasi Retail Management System (RMS) atau Rekan telah digunakan oleh sejumlah kios resmi yang menyalurkan pupuk subsidi kepada petani, salah satunya Kios Cinta Tani di Subang, Jawa Barat.

Pemilik Kios Cinta Tani Entang Abdul Rosyad mengatakan kiosnya telah menjalankan aplikasi itu dan merasakan manfaatnya. Terdapat sejumlah fitur pada aplikasi itu seperti pencatatan pembelian pupuk subsidi dan non subsidi, kontrol stok produk, hingga laporan penebusan serta penagihan secara digital.

Entang mengatakan, dengan sejumlah fitur yang ditawarkan, aplikasi mempermudah penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani. Aplikasi terintegrasi dengan data penerima manfaat di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Alhasil, pengguna aplikasi seperti Entang bisa mengetahui kebutuhan pupuk subsidi konsumen atau petani di wilayahnya secara real-time.

"Penyaluran pupuk bersubsidi ini sudah on the track. Ketika konsumen tidak tercatat di aplikasi, mereka tidak bisa beli pupuk bersubsidi, jadinya lebih tepat sasaran. Kita tidak kecolongan, karena lebih mendetail," ujarnya kepada tim Jelajah BUMN untuk Indonesia pada Rabu (14/9/2022).

Selain itu, aplikasi Rekan membuat pencatatan transaksi di kios menjadi lebih mudah. "Kita tidak perlu catat, karena sudah ada di lampiran aplikasi, sebelumnya ribet," ujar Entang.

Kemudian, aplikasi memudahkan analisis data. "Administrasi jadi rapi. Kita bisa langsung isi stok kosong dan lebih gampang antisipasinya," katanya.

Entang mencatat, transaksi di kiosnya bisa mencapai Rp30 juta per hari. Kiosnya dipercaya menyalurkan pupuk bersubsidi kepada dua desa di Subang.

Lalu, aplikasi mempermudah sistem pembayaran yang terintegrasi dengan kartu tani dan metode pembayaran elektronik lainnya.

Terdapat pula mode offline yang bertujuan agar tetap bisa berfungsi pada remote area dengan kualitas sinyal yang kurang baik. Sistem point of sales penjualan produk non subsidi atau produk-produk lain juga tersedia.

Bagi PT Pupuk Indonesia, aplikasi ini juga mampu memantau ketersediaan stok di kios resmi hingga pupuk tersebut telah diterima oleh petani.

“Dengan sistem digital ini, kami jadi lebih mudah tracking dan cek stok di Gudang, digitalisasi dari Lini I ke Lini IV bahkan barang sampai kiosk arena kami tambah barang sampai ke petani dengan aplikasi Rekan ini,” ungkap Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia, Panji Winanteya Ruky.

PT Pupuk Indonesia berharap aplikasi Rekan dapat diimplementasikan di 28.815 kios yang tersebar di seluruh Indonesia.

Panji juga mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia akan meluncurkan aplikasi Rekan yang bisa dimanfaatkan oleh distributor, kelompok tani (poktan), hingga petani penerima pupuk bersubsidi. Namun demikian, sistem tersebut masih dibangun dan perlu mendapat persetujuan dari pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah BUMN Pupuk Indonesia pupuk BUMN
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top