Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Airlangga Minta Prancis Dukung Percepatan Perundingan IEU-CEPA

Airlangga Hartarto menilai keberadaan perjanjian ekonomi komprehensif seperti IEU-CEPA dapat menguntungkan kedua belah pihak.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan saat Refleksi Capaian 2021 dan Outlook Ekonomi 2022 di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (30/12/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan saat Refleksi Capaian 2021 dan Outlook Ekonomi 2022 di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (30/12/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta dukungan Prancis agar perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat dipercepat penyelesaiannya. 

Airlangga mengatakan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa bersifat komplementer, sehingga keberadaan perjanjian ekonomi komprehensif seperti IEU-CEPA dapat menguntungkan kedua pihak.

“Pada faktanya terdapat beberapa isu penting yang perlu dibahas secara mendalam tapi saya optimis bahwa hal tersebut dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak lama,” kata Airlangga dalam pertemuan dengan Senator Prancis Rachid Temal di Kantor Kemenko Perekonomian pada Selasa (13/9/2022), dikutip Rabu (14/9/2022).

Menanggapi hal tersebut, Temal menyatakan dukungannya terhadap percepatan penyelesaian perundingan IEU-CEPA meskipun terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan di internal Uni Eropa sendiri.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebelumnya menyampaikan, pembahasan perjanjian dagang IEU-CEPA belum rampung. Pasalnya, pihak Uni Eropa meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan pengadaan barang secara terbuka. Namun hal tersebut dinilai memberatkan Indonesia.

“Ada poin yang belum selesai, sedikit lagi, antara lain agar government [procurement] kami melakukan open bidding atau terbuka itu masih sulit, tetapi mudah-mudahan di masa saya dapat selesai,” kata Mendag, Selasa (13/9/2022). 

Meski belum rampung, Zulhas optimistis perjanjian tersebut dapat segera diselesaikan lantaran melihat Uni Eropa yang banyak berubah jika dibandingkan dengan masa sebelum terjadinya perang Rusia-Ukraina.

Perlu diketahui, DPR telah resmi menyetujui rancangan undang-undang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna yang digelar 30 Agustus lalu.

Melalui perjanjian ini, Indonesia telah resmi ratifikasi seperti negara Asean lainnya yang sudah lebih dulu bergabung. Selain itu, Indonesia akan lebih mudah dalam melakukan ekspor, lantaran terbebas dari pajak. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper