Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mal Living World Kota Wisata Cibubur Resmi Topping Off, Mulai Beroperasi 2023

Mal Living World Kota Wisata Cibubur resmi selesai konstruksi dengan nilai investasi Rp1,4 miliar.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 09 September 2022  |  15:16 WIB
Mal Living World Kota Wisata Cibubur Resmi Topping Off, Mulai Beroperasi 2023
Fariyanto Nickholas Sonda (CEO Retail & Hospitality Sinar Mas Land), Sugiyanto Wibawa (Business Director Kawan Lama Group), Prabowo Widyakrisnadi (Komisaris Kawan Lama Group), dan Herry Hendarta (CEO Residential National Sinar Mas Land) dalam acara seremoni Topping Off Mall Living World Kota Wisata yang dilaksanakan pada Jumat (9/9 - 2022) di Kota Wisata Cibubur.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land melalui joint venture company yaitu PT Sahabat Kota Wisata resmi menyelesaikan tahapan kosntruksi Mall Living World Kota Wisata Cibubur yang ditandai dengan prosesi topping off atau penutupan atap, Jumat (9/9/2022).

Direktur Utama PT Sahabat Kota Wisata Sugiyanto Wibawa menyebutkan bahwa Living World Kota Wisata Cibubur merupakan proyek mall Living World keempat Kawan Lama Group yang diproyeksi akan terus bertambah.

"Kami percaya mall akan tetap menjadi tempat terlengkap dan terfavorit untuk bersosialisasi. Dengan mengedepankan konsep eco-friendly, mal ini akan menjadi pilihan yang tepat untuk destinasi keluarga di sekitar permukiman yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land ini," kata Sugiyanto dalam keterangan resminya, Jumat (9/9/2022).

Proyek mal yang direncanakan beroperasi pada kuartal IV/2023 ini berdiri di atas lahan seluas 6 hektare dengan luas bangunan  dan parkir mencapai 200.000 meter persegi. Adapun nilai investasi proyek mencapai Rp1,4 triliun.

Wakil Direktur Utama PT Sahabat Kota Wisata Cibubur Herry Hendarta memastikan kedua perusahaan telah membangun sinergi positif sehingga dapat menyelesaikan seluruh proses pekerjaan kosntruksi pada proyek ini.

"Living World Kota Wisata merupakan mall pertama yang dibangun dalam masterplan CBD kota wisata," kata Herry.

Herry yang juga merupakan CEO Residential National Sinar Mas Land memastikan rampungnya proyek tersebut menjadi langkah transformasi Kota Wisata Cibubur untuk menjadi township yang lengkap.

Dengan demikian, proyek township ini akan terdiri dari hunian, fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah hingga pusat perbelanjaan, kawasan niaga, dan sentra bisnis.

Living World Kota Wisata Cibubur mengusung konsep The Biggest Home Living, Lifestyle & Eat-ertainment dan merupakan mall terbesar di koridor timur Jakarta.

"Keunikan mal ini terletak pada arsitektur bernuansa alam yang terpadu di desain mall hingga ke tenant restoran/kafe dan entertainment. Pusat perbelanjaan ini juga akan menjadi trendsetter konsep eco-friendly untuk kenyamanan para pengunjung," ujarnya.

Mall ini diproyeksi akan menghadirkan 400 unit toko dan 15 anchor/mini anchor dengan kekuatan diferensiasi tenant yang berkonsep Flagship Home Living, Home Improvement & Lifestyle seperti ACE, Informa, dan lainnya.

Adapun lokasi Kota Wisata Cibubur yaitu dekat dengan dua akses tol yakni Jagorawi dan JORR I (via Jatiasih). Tak hanya itu, lokasinya semakin lengkap dengan kehadiran gerbang tol Cimanggis-Cibitung (Cimaci) dalam township yang akan segera beroperasi.

Akses transportasi lainnya ditunjang oleh light rail transit (LRT) Cibubur-Dukuh Atas. Kedua moda transportasi ini akan segera beroperasi di akhir tahun 2022 sehingga masyarakat dapat menjangkau Kota Wisata Cibubur dengan mudah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas sinar mas land sinar mas group Kawan Lama mal
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top