Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Naik Lagi! Inflasi Turki Tembus 80 Persen Agustus 2022

Badan Statistik Turki melaporkan inflasi tahunan Turki mencapai 80,2 persen year-on-year (yoy) pada Agustus 2022.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 September 2022  |  15:23 WIB
Naik Lagi! Inflasi Turki Tembus 80 Persen Agustus 2022
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berdiri di hadapan para pendukungnya di Istanbul, Turki. - Reuters/Osman Orsal
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Inflasi tahunan Turki melampaui 80 persen pada Agustus 2022. Meskipun begitu, angka ini diperkirakan belum mencapai puncaknya.

Dilansir Bloomberg pada Senin (5/9/2022), Badan Statistik Turki melaporkan indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) bulan Agustus naik 80,2 persen year-on-year (yoy), lebih tinggi dari bulan Juli yang mencapai 79,6 persen.

Angka inflasi ini lebih rendah dari median proyeksi 15 ekonom yang disurvei Bloomberg yang memperkirakan 81,2 persen. Dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom), inflasi mencapai 1,5 persen, lebih rendah dari proyeksi dalam jajak pendapat terpisah.

Untuk sebagian besar tahun, Turki telah tahan terhadap inflasi tercepat dalam lebih dari dua dekade meskipun tidak ada tindakan oleh bank sentral. Namun saat ini, ekonomi Turki mulai merasakan dampak besar dari lonjakan inflasi.

Inflasi di Turki sebagian besar tetap stabil dalam satu digit dari tahun 2004 hingga 2016. Namun kebijakan yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dan pinjaman murah dengan mengorbankan nilai tukar lira dan stabilitas harga akhirnya memicu inflasi yang memuncak tahun ini.

Sementara itu, survei bank sentral pada Agustus menemukan bahwa responden mengantisipasi inflasi di atas 24 persen selama dua tahun ke depan. Namun, inflasi Turki diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

Ekonom Bloomberg Economics Selva Bahar Baziki mengatkaan inflasi akan meningkat pada bulan September di tengah rencana kenaikan biaya utilitas dan asuransi serta biaya terkait sekolah.

“Inflasi kemudian akan mulai mundur dan kami memperkirakan tingkat akhir tahun sebesar 69 persen, yang masih lebih tinggi dari proyeksi bank sentral sebesar 60,4 persen,” ungkap Baziki seperti dikutip Bloomberg, Senin (5/9/2022).

Pemerintah menaikkan proyeksi inflasi menjadi 65 persen pada 2022 dari sebelumnya 9,8 persen. Untuk tahun 2023, Turki memperkirakan inflasi melambat menjadi sekitar 25 persen. Inflasi Turki diperkirakan tidak akan berada di bawah 10 persen hingga 2025.

Suku bunga riil Turki yang negatif merupakan yang terdalam di dunia. Lira turun 27 persen terhadap dolar tahun ini, kinerja terburuk di pasar negara berkembang.

Prospek Ekonomi

Turki menghadapi tantangan lain berupa ancaman perlambatan ekonomi di tahun mendatang. Meskipun bank-bank besar dari Goldman Sachs Group Inc. hingga Morgan Stanley telah merevisi lebih tinggi prospek ekonomi Turki pada 2022, risiko resesi di Eropa adalah salah satu faktor yang dapat mengerem ekonomi di sisa tahun ini.

Khawatir akan kehilangan momentum, bank sentral Turki memangkas suku bunga acuannya bulan lalu sebesar 100 basis poin menjadi 13 persen. Kepercayaan ekonomi juga telah menurun untuk sebagian besar tahun ini.

Inflasi Turki diiperkirakan masih berada berada di bawah tekanan lagi jika pihak berwenang melepaskan lebih banyak stimulus menjelang pemilihan umum kurang dari setahun dari sekarang.

Untuk saat ini, Presiden Recep Tayyip Erdogan meminta rakyat untuk lebih bersabar dan mendukung pemerintahan, dengan mengatakan pekan lalu bahwa inflasi akan mulai turun pada awal tahun 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turki Inflasi Recep Tayyip Erdogan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top