Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Respons MUI soal Wacana Permohonan Fatwa BBM Bersubsidi

MUI menanggapi adanya wacana permohonan fatwa BBM bersubsidi hanya untuk kalangan tak mampu.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 30 Agustus 2022  |  13:11 WIB
Ini Respons MUI soal Wacana Permohonan Fatwa BBM Bersubsidi
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kesiapannya untuk mengkaji fatwa BBM bersubsidi jika sudah ada permohonan fatwa terkait hal tersebut. Namun, hingga saat ini MUI belum menerima permohonan fatwa BBM bersubsidi.

Dikutip dari laman resmi MUI, Selasa (30/8/2022) Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan fatwa merupakan jawaban keagamaan dari pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat.

"Hingga hari ini belum ada permohonan ke MUI terkait hal itu. Setiap permohonan fatwa yang masuk akan dikaji, apakah memenuhi syarat sebagai istifta dan layak difatwakan atau tidak," kata Niam dalam keterangan resmi, Selasa (30/8/2022).

Sebelumnya diketahui, wacana fatwa BBM bersubsidi muncul setelah anggota Komisi VII DPR Willy Midel Yoseph mengusulkan pembatasan pembelian bahan bakar tersebut.

Dalam hal ini, Willy mendorong MUI untuk menkaji aturan terkait siapa yang boleh dan tidak boleh membeli BBM subsidi. Dengan begitu, BBM bersubsidi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tidak mampu saja.

Pihak MUI mengatakan perlu adanya pengkajian mendalam untuk menentukan suatu masalah dapat difatwakan. Umumnya, masalah tersebut harus berkenaan dengan masalah keagaaman.

Pada aspek teknis tertentu, fatwa dapat dikeluarkan terkait tata kelola pemerintahan yang tidak menyangkut langsung dengan masalah keagamaan.

Namun, Kiai Niam menegaskan setiap permohonan akan dikaji. MUI tidak akan menolak permohonan fatwa dari masyarakat.

"Hasil kajian permohonan fatwa di MUI tersebut nantinya bisa dalam bentuk fatwa, bisa dalam bentuk panduan, rekomendasi atau tausiyah dan bisa juga dalam bentuk jawaban yang relevan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Fatwa MUI BBM bbm subsidi mui
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top