Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani: China Harus Ikut Nanggung Pembengkakan Biaya Kereta Cepat

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan China harus itu menanggung pembengkakan biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 26 Agustus 2022  |  07:22 WIB
Sri Mulyani: China Harus Ikut Nanggung Pembengkakan Biaya Kereta Cepat
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan Indonesia dan China harus sama-sama menanggung pembengkakan biaya (cost overrun) yang terjadi pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Sri Mulyani menuturkan cost overrun pada proyek KCJB muncul setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit.

"Cost overrun kemudian berimplikasi bahwa Indonesia yang memiliki porsi 60 persen, sedangkan China 40 persen. Kenaikan cost overrun juga harus ditanggung 60:40," ujarya Sri Mulyani dalam rapat kerja Komite IV DPD dengan Menteri Keuangan, Bappenas, dan Bank Indonesia pada Kamis (25/8/2022).

Meski demikian, dia mengatakan tidak semuanya cost overrun ditanggung Indonesia dan China, sebagian dalam bentuk modal baru dan adanya pinjaman.

Sri Mulyani mengatakan semua hal tersebut sedang dirundingkan dengan pihak China. Pasalnya, kata dia, saat ini infratstruktur proyek KCJB sudah terbangun dan pemerintah tidak membiarkan proyek tersebut mangkrak.

"Kalau sudah jadi proyeknya, sudah ada terowongannya ya harus kita jadikan saja karena gak mungkin mangkrak, tidak akan memberikan hasil positif pada ekonomi," imbuhnya.

Terkait penggunaan APBN untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Sri Mulyani mengatakan pihaknya siap untuk mempertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"Kami akan transparan kalau APBN masuk pasti ada dasar hukumnya dan dipertangungjawabkan secara optimal melalui audit BPKP dan BPK," ucapnya.

Seperti diketahui, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa estimasi cost overrun proyek mencapai US$1,1 miliar sampai dengan US$1,9 miliar. Pada awal 2022, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah selesai melakukan audit cost overrun proyek sebesar US$1,176 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Kereta Cepat china
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top