Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lagi! Produsen Sepeda Peloton PHK Massal 784 Karyawan

Produsen sepeda Peloton berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 784 karyawannya.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  15:29 WIB
Lagi! Produsen Sepeda Peloton PHK Massal 784 Karyawan
Ilustrasi - adweek.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen sepeda Peloton berencana kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya. Tak tanggung-tanggung, kali ini perusahaan berencana merumahkan 784 pekerja.

Berita mengenai PHK tersebut disampaikan CEO Peloton Barry McCarthy lewat memo yang dikirim kepada para staf. Memo tersebut memperingatkan bahwa perusahaan berencana untuk merumahkan 784 pekerjaan tambahan dalam putaran ketiga PHK.

Sebagai informasi, ini bukan menjadi PHK pertama yang dilakukan Peloton. Pada Februari 2021, perusahaan juga memberhentikan 2.800 karyawan.

"Keputusan yang diambil untuk lebih memajukan strategi transformasi dan memposisikan perusahaan dengan lebih baik untuk kesuksesan jangka panjang sebagai perusahaan connected fitness global terbesar," demikian kata Juru bicara Peloton Ben Boyd dikutip dari The Verge, Selasa (16/8/2022).

Dia memerinci, selain PHK, sejumlah langkah yang akan dilakukan perusahaan antara lain, penerapan harga yang lebih strategis, penghapusan jaringan distribusi mil terakhir Amerika Utara dan perluasan kemitraan logistik pihak ketiga (3PL), pengurangan tim Dukungan Anggota Amerika Utara, dan secara signifikan mengurangi jejak ritel Amerika Utara.

Menurut Boyd, setiap keputusan yang diambil dan berdampak pada anggota tim atau karyawan tidak dianggap enteng, tetapi langkah ini memungkinkan Peloton jadi lebih efisien, hemat biaya, dan gesit dalam upaya terus memimpin kategori Connected Fitness global.

Dia menambahkan, pada gelombang PHK kali ini, Peloton juga akan menaikkan harga Bike Plus dan Tread, sambil menutup showroom ritel mulai 2023.

"Pengurangan staf dan rencana untuk menutup showroom ritel merupakan perpanjangan dari rencana restrukturisasi ketat Peloton setelah tahun yang penuh bencana," ucapnya.

Sebagai informasi, bulan lalu, Peloton memangkas hampir 600 pekerjaan di Taiwan sebagai bagian dari langkah untuk mengurangi manufaktur internal. Pada Februari 2021, perusahaan juga mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri rencana untuk membangun pabrik senilai US$400 juta di Ohio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk sepeda karyawan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top