Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Belanja Online Baru Hyperlocal, Apa Itu?

Gudang pintar Tokopedia berupaya menawarkan pengalaman hyperlocal yang lebih konsisten khususnya pengiriman lebih cepat dan harga terjangkau.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 12 Agustus 2022  |  20:09 WIB
Tren Belanja Online Baru Hyperlocal, Apa Itu?
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 selama 2 tahun terakhir ternyata memunculkan tren belanja online baru yang disebut Hyperlocal, yakni konsumen menginginkan barang yang dipesan sampai lebih cepat bahkan tiba di hari yang sama.

Co-Founder & CEO Tokopedia Wiliam Tanuwijaya mengatakan tren ini memberikan dampak positif karena bisa mendukung pengusaha lokal dan membuka lapangan kerja. Seiring dengan itu juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Ketimbang menunggu barang dari impor yang sampainya lama maka konsumen lebih memilih penjual yang bisa mengirim barang besok sampai atau dikirim di hari yang sama,” kata William dalam sebuah webinar virtual, Jumat (12/8/2022).

Melihat hal ini dia menegaskan bahwa sinergi Tokopedia dan Goto akan mendukung tren-tren global khususnya memastikan penggiat UMKM lokal dapat terus tumbuh dan jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dia menyebut salah satu bentuk komitmen perusahaan adalah hadirnya layanan GoFood di platform Tokopedia. Inovasi yang baru diluncurkan ini dapat dimanfaatkan oleh pegiat UMKM kuliner untuk mengembangkan bisnis ke daerah lain di Indonesia.

“Para penggiat UKM khususnya brand-brand masa depan Indonesia dapat dilayani oleh inovasi Tokopedia yaitu menaruh barang mereka di gudang pintar Tokopedia sehingga bisa menawarkan pengalaman hyperlocal dengan lebih konsisten khususnya pengiriman lebih cepat dan harga terjangkau," imbuh William.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan potensi pertumbuhan ekonomi digital mencapai Rp4.531 triliun pada 2030 atau tumbuh 8 kali lipat dibandingkan 2020.

Menurutnya, potensi itu harus dioptimalkan oleh pelaku usaha khususnya UMKM untuk bisa terus tumbuh dan berkembang. Hadirnya ekosistem digital harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha, bukan hanya untuk bertahan tetapi juga pulih dan makin kokoh sebagai salah satu pilar utama ekomomi nasional.

"Presiden Joko Widodo sudah meminta agar 30 juta UMKM masuk ke eksosistem digital pada 2024 dan Tokopedia menjadi bagian penting dari transformasi digital UMKM," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokopedia umkm Goto
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top