Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bahlil: Ada Pengusaha karena Turunan dan Nasib

Bahlil mengajak agar anggota PPI yang tersebar di 60 negara menjadi pelaku wirausaha karena nasib atau usaha dan kerja keras.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 10 Agustus 2022  |  08:24 WIB
Bahlil: Ada Pengusaha karena Turunan dan Nasib
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers terkait pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP), Hak Guna Usaha (HGU), dan Hak Guna Bangunan (HGB) terhadap sejumlah perusahaan di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (7/1/2022). ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia baru saja meluncurkan Global CEO Preneur dan Lumbung Internasional pada Senin lalu (8/8/2022) yang diinisiasi oleh Yayasan Hanida bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, sebuah lembaga yang akan membantu memasarkan produk-produk UKM ke pasar global.

Pada kesempatan tersebut, Bahlil mengajak agar anggota PPI yang tersebar di 60 negara tersebut untuk menjadi pelaku wirausaha. Pasalnya, PPI dinilai memiliki  jaringan dengan skala global sehingga lebih mudah untuk membangun relasi bisnis lintas negara.

"Ada pengusaha dengan nasab dan nasib, tetapi anggota PPI saya harapkan bisa menjadi pelaku usaha yang by desain yang dilatih dari sekarang," kata Bahlil dalam unggahan Instagramnya @bahlillahadalia, dikutip Rabu (10/8/2022).

Adapun nasab adalah pertalian kekeluargaan berdasarkan hubungan darah. Sementara itu nasib adalah sesuatu yang dapat diperjuangkan dengan usaha dan kerja keras.

Mantan Ketua Umum HIPMI  (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)  tersebut juga mengungkapkan bahwa para pelajar dapat memanfaatkan kemudahan perizinan berusaha melalui aplikasi Online Single Submission (OSS).

Lebih lanjut dia menyampaikan, sebagai bangsa Indonesia kita patut berbangga dan percaya diri lantaran di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh 3,68 persen pada 2021 dan 5,44 persen pada kuartal II/2022.

Tak hanya itu, tingkat inflasi masih berada di bawah 5 persen dan termasuk yang rendah di antara negara-negara ASEAN.

Sebagai informasi, PPI Dunia adalah organisasi pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

PPI Dunia telah memiliki jaringan di 60 negara yang tersebar di 3 kawasan, yaitu Asia-Oceania, Amerika-Eropa, dan Timur Tengah-Afrika. Kerja sama ini merupakan langkah konkrit PPI Dunia dalam menjalankan visi misi untuk berkontribusi mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahlil lahadalia bkpm pengusaha
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top