Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Bahlil Bocorkan Investor Mobil Listrik AS Segera Masuk RI

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut salah satu pabrikan kendaraan listrik asal Amerika Serikat bakal masuk investasi ke Indonesia.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  12:16 WIB
Menteri Bahlil Bocorkan Investor Mobil Listrik AS Segera Masuk RI
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam acara webinar Mid Year Economic Outlook 2022: Prospek Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Perubahanan Geopolitik Pascapandemi di Jakarta, Rabu (3/8 - 2022).

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memastikan sejumlah investor yang bergerak pada industri hulu dan hilir kendaraan listrik dari berbagai negara akan masuk ke Indonesia.

Selain VW dan BASF yang belakangan positif untuk investasi, Bahlil mengatakan, salah satu pabrikan kendaraan listrik asal Amerika Serikat juga bakal masuk ke Indonesia.

“Ada VW dan BASF dari Jerman itu juga masuk ke Indonesia, kemudian dari Amerika Serikat insyaallah akan masuk,” kata Bahlil dalam Bisnis Indonesia Mid-Year Economic Outlook 2022, Rabu (3/8/2022).

Bahlil berharap masuknya salah satu pabrikan kendaraan listrik asal Amerika Serikat itu ikut menciptakan keberagaman dalam portofolio investasi di dalam negeri. Khususnya, dalam upaya hilirisasi produk mineral dan tambang.

Menurut Bahlil, sejumlah negara yang berkomitmen investasi pada industri kendaraan listrik dalam negeri itu sudah menunjukkan perkembangan yang positif. Dia mencontohkan, LG dan CATL telah menggelontorkan investasi masing-masing sebesar US$9,8 miliar dan US$5,2 miliar untuk industri baterai terintegrasi.

“Kemudian ada Foxconn investasinya lebih dari Rp100 triliun main di mobil membangun di Batang, lalu baterai cell, kemudian akan masuk lagi untuk sparepart telekomunikasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) meminta pemerintah untuk membenahi tata niaga bijih nikel kadar rendah limonit dan mineral kobalt yang belakangan difokuskan untuk menjadi bahan baku utama pembentukan baterai kendaraan listrik.

Pembenahan tata niaga bijih nikel kadar rendah itu diharapkan dapat memompa produksi bahan baku seiring dengan peningkatan kapasitas input pada pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter yang diperkirakan mencapai 250 juta ton pada 2025. Saat ini, rata-rata kapasitas input bijih nikel pada kegiatan pemurnian dan pengolahan berada di kisaran 120 juta ton per tahun.

Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey mengatakan pembenahan perdagangan limonit dan mineral kobalt itu berkaitan dengan penetapan harga patokan mineral atau HPM di tengah peningkatan permintaan dan transaksi pada bahan baku baterai kendaraan listrik tersebut dari industri hilir.

“Kita tidak mau dong negara tidak dapat apa-apa, sementara ada produk jadinya. Kita minta ada HPM untuk limonit dan mineral kobaltnya sehingga kegiatan tambang pun makin bertambah dengan kadar rendah yang dibeli sesuai HPM,” kata Meidy melalui sambungan telepon, Minggu (12/6/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Kendaraan Listrik Baterai Mobil Listrik bahlil lahadalia
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top