Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Minta RI Tanggung Biaya Bengkak Kereta Cepat, Ini Jawaban Pemerintah

Pemerintah tengah melakukan pembahasan terkait permintaan China agar Indonesia menanggung cost overrun atau biaya bengkak Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  10:15 WIB
China Minta RI Tanggung Biaya Bengkak Kereta Cepat, Ini Jawaban Pemerintah
Pembangunan pier head Kereta Cepat Jakarta Bandung yang terletak di samping ruas jalan tol Jakarta/Cikampek
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menanggapi permintaan China agar Indonesia menanggung pembayaran biaya yang bengkak (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Juru Bicara Kementerian Kementerian Koordiantor Bidang Perekonomian, Alia Karenina mengatakan bahwa pihak China memang meminta Indonesia untuk ikut menanggung biaya bengkak proyek kereta cepat. Namun, dia menegaskan bahwa permintaan itu tidak akan langsung disetujui Pemerintah Indonesia.

Dia mengungkapkan saat ini pemerintah masih melakukan pembahasan terkait permintaan China agar Indonesia menanggung cost overrun proyek kereta cepat.

“Permintaan ini tidak serta merta langsung disetujui pemerintah dan masih akan dilakukan pembahasan untuk memastikan jika memang pemerintah turut menanggung beban cost overrun, maka itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Alia dalam keterangan tertulis, Minggu (31/7/2022).

Adapun, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini merupakan proyek investasi antara konsorsium Indonesia dan China melalui PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), serta didanai oleh pinjaman dari China Development Bank (CDB).

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo persoalan cost overrun proyek kereta cepat masih terus dibahas. Pasalnya, CDB meminta Indonesia ikut turun tangan membiayai cost overrun proyek Kereta Cepat.

Dia menyebut bahwa Indonesia diminta untuk ikut turun tangan membiayai cost overrun yang diidentifikasi sebesar US$1,176 miliar atau setara dengan Rp16,8 triliun sesuai temuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Tentang cost overrun ini setahu saya masih dibahas karena ada permintaan agar dicover oleh pemerintah Indonesia. Terkait hal ini, teman-teman dari Kemenkeu baru membahas yang merupakan bagian kewajiban kita untuk kontribusi dalam pembangunan," kata Wahyu dalam keterangan pers, Selasa (26/7/2022).

Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) belum lama ini disetujui untuk mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp4,1 triliun untuk pendanaan cost overrun Proyek Kereta Cepat. BUMN transportasi itu merupakan leading consortium BUMN Indonesia yakni PT PSBI, yang kepemilikan sahamnya di KCIC mencapai 60 persen.

Adapun, saat ini pemerintah masih menargetkan Kereta Cepat bisa meluncur pada 2023. PSN bidang perkeretaapian itu ingin dipamerkan ke Presiden RRT Xi Jinping pada perhelatan G20 akhir tahun ini.

Wahyu menyebut konstruksi proyek Kereta Cepat sudah sebagian besar selesai. Saat ini, kontraktor masih fokus untuk mengerjakan depo dan stasiun.

"Aplagi kereta cepat ini dijadikan salah satu tujuan dari kunjungan Presiden China saat kunjungan G20. Jadi, memang kereta cepat pernah kami tinjau dan lihat, konstruksinya sebagian besar selesai," ujarnya.

Wahyu menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung segera dioperasikan tahun depan, secara spesifik pada Juni 2023.

"Komitmen dari pemerintah Indonesia bahwa kereta cepat ini harus segera dioperasikan. Mudah-mudahan di tahun 2023," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat china KCIC proyek strategis nasional (PSN) kemenko perekonomian
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top