Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Ungkap Dampak Resesi AS ke Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap dampak resesi di Amerika Serikat (AS) terhadap ekonomi Indonesia.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  15:07 WIB
Sri Mulyani Ungkap Dampak Resesi AS ke Ekonomi Indonesia
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen di agenda pertemuan bilateran Indonesia-AS di sela-sela Finance Minister and Central Bank Governors (FMCBG) G20 Nusa Dua, Bali (16/7/2022) - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa resesi yang terjadi di Amerika Serikat akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia, di antaranya karena hubungan dagang kedua negara cukup kuat.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam paparannya di acara Dies Natalis VII PKN STAN, Jumat (29/7/2022).

Sri Mulyani memaparkan bahwa kondisi perekonomian global saat ini sedang sulit. Negara adikuasa Amerika Serikat saja mencatatkan inflasi 9,1 persen, yang tertinggi sejak 1981.

Pertumbuhan ekonomi Amerika pun minus 0,9 persen pada kuartal II/2022. Hal tersebut meneguhkan kondisi resesi di sana, karena melanjutkan pertumbuhan negatif 1,6 persen pada kuartal I/2022.

Sri Mulyani menilai bahwa kondisi resesi Amerika Serikat dan gonjang-ganjing global menjadi tekanan besar bagi Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan ekonomi di dalam negeri.

"Amerika Serikat, China, Eropa adalah negara tujuan ekspor Indonesia. Jadi, kalau mereka melemah maka permintaan terhadap ekspor turun dan harga komoditas juga turun," ujar Sri Mulyani pada Jumat (29/7/2022).

Kenaikan inflasi di banyak negara menjadi tekanan yang sangat besar terhadap perekonomian global. Sejumlah lembaga pun menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, termasuk International Monetary Fund (IMF).

Selain Amerika, Inggris mencatatkan inflasi 9,4 persen pda Juni 2022. Jerman mencatatkan inflasi 7,6 persen, sementara itu zona Eropa mencatatkan inflasi 8,6 persen.

"Anda bertanya apa hubungannya inflasi di Amerika, Eropa, Inggris dengan Indonesia? Banyak hubungannya," ujar Sri Mulyani.

Sejumlah negara telah melakukan pengetatan kebijakan moneter untuk mengatasi lonjakan inflasi. Hal tersebut perlu diwaspadai Indonesia, meskipun laju inflasi di dalam negeri masih relatif terkendali dan suku bunga tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Resesi amerika serikat
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top