Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uji Jalan B40, Menteri ESDM Sebut RI Pionir Pemanfaatan Biodiesel

Uji jalan dilakukan sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan B40 dan menjamin pemanfaatan biodiesel bisa berjalan baik.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  18:01 WIB
Uji Jalan B40, Menteri ESDM Sebut RI Pionir Pemanfaatan Biodiesel
Menteri ESDM Arifin Tasrif menunjukkan produk bahan bakar B40 saat melakukan peluncuran kegiatan uji jalan kendaraan diesel di Jakarta, Rabu (27/7/2022). ANTARA - HO/Kementerian ESDM.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan uji jalan atau road test penggunaan bahan bakar jenis solar dengan bauran biodiesel 40 persen atau B40 untuk 12 kendaraan bermesin diesel.

“Indonesia merupakan salah satu negara pionir dalam pemanfaatan biodiesel. Kita jangan hanya berhenti di B30, sehingga dengan hal tersebut kita bisa meminimalisir defisit neraca keuangan kita, karena kita tahu minyak fosil kita sudah mulai berkurang," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat launching uji jalan penggunaan bahan bakar B40 di Jakarta, Rabu (27/7/2022).

Arifin mengatakan sebelum implementasi program B40, diperlukan serangkaian pengujian untuk mengetahui kualitas dari produk B40. Uji jalan itu akan menjadi rangkaian akhir dari pengujian sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan B40 ke depan.

“Ini merupakan rangkaian akhir dari pengujian sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan B40 dan menjamin pemanfaatan biodiesel bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Adapun, hasil dari uji jalan B40, kata Arifin, diharapkan rampung pada akhir 2022 dan bisa menghasilkan rekomendasi teknis untuk kebijakan implementasi B40.

Sementara itu, dalam laporannya, Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana merinci kendaraan yang akan melakukan uji jalan berjumlah 12 kendaraan dengan spesifikasi mesin dan jarak tempuh yang berbeda.

"Terdiri dari 6 kendaraan mesin diesel yang beratnya di bawah 3,5 ton dengan target harian jarak tempuh 560 KM dan total 50.000 KM, kemudian 6 kendaraan mesin diesel di atas 3,5 ton dengan target harian jarak tempuh mencapai 400 KM dan total 40.000 KM," kata Dadan.

Lebih lanjut, dia menerangkan pengujian yang akan dilaksanakan selama uji jalan B40 antara lain penanganan dan analisis konsumsi bahan bakar, pengujian kualitas-mutu bahan bakar dan pelumas, pengujian kinerja pada chassis dynamometer, pengujian merit rating komponen kendaraan, serta pengujian stabilitas kendaraan.

Sebagai informasi, Ditjen EBTKE bertindak sebagai koordinator uji jalan B40 dan dilaksanakan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" dengan melibatkan Balai Besar Survei dan Pengujian KEBTKE serta Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui pendanaan dari Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan melibatkan Kemenko Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, PT Pertamina (Persero), PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Pertamina Patra Niaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Biodiesel menteri esdm kementerian esdm bahan bakar nabati Mandatori Biodiesel
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top