Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Ritel Mulai Tumbuh Ekspansi Ruang Usaha, Peluang Buat Sektor Properti

Harga sewa ruang ritel rata-rata di Jakarta saat ini sebesar Rp 435.000 per meter persegi. Kisaran harga itu naik 0,3 persen dari kuartal I/2022.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  16:26 WIB
Sektor Ritel Mulai Tumbuh Ekspansi Ruang Usaha, Peluang Buat Sektor Properti
Ilustrasi ritel
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Konsultan properti menilai sektor ritel saat ini mengindikasikan pertumbuhan positif, sebagai imbas dari melonggarnya pemberlakukan PPKM ke level 1 di wilayah DKI Jakarta.

Associate Director PT Leads Property Services Indonesia Martin Samuel Hutapea mengatakan pada semester awal tahun ini, sektor ritel mulai pulih perlahan meski terjadi penurunan intensitas yang signifikan terhadap pengembangan pusat perbelanjaan.

"Bila saat pandemi awal, sektor ritel merupakan salah satu sektor yang paling terdampak, tetapi saat ini sudah mulai ada titik cerah bagi para retailer," kata Martin dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Senin (25/7/2022).

Saat ini masih tercatat pasokan ruang sebesar 3,48 meter persegi. Adapun hingga akhir  2022, pasokan tambahan akan dilakukan oleh Lippo Mall Holland Village.

Meski pasokan tahun ini tak bertumbuh banyak, namun sejumlah retailer mulai melakukan ekspansi ruang usaha. "Oleh karena harga sewa yang relatif stabil, maka ini merupakan momen bagi para retailer untuk gencar membuka ruang usaha mereka," jelasnya.

Salah satu retailer yang melakukan ekspansi ruang pada kuartal II/2022 ini yaitu Ikea yang membuka gerai baru di Mal Taman Anggrek.

Permintaan ekspansi ruang juga dilakukan oleh retailer sektor Food & Beverage (makanan dan minuman) juga fashion.

Secara kuartalan, permintaan ruang ritel ini mencapai 16.140 meter persegi pada kuartal kedua tahun ini. Hal tersebut menorehkan pertumbuhan tingkat hunian 0,5 basis poin dari kuartal sebelumnya menjadi 89,3 persen. Martin menilai angka ini cukup positif jika dibandingkan 2021 lalu yang berada di angka 88,4 persen.

Di sisi lain, dia memprediksi akan terjadi tren dimana ritel akan membuka ruang usaha independen tanpa memasuki mal sebagai tempat pemasaran.

"Ke depannya, perkembangan ritel justru mengarah ke non-mal atau stand alone [berdiri sendiri], di mana konsep ini menjamur di pinggiran Jakarta, khususnya Tangerang dan bekasi," terangnya.

Kondisi ini juga dilandasi oleh luas lahan yang masih tersedia di dekat perumahan penduduk dan universitas.

Sebagai informasi, harga sewa ruang ritel rata-rata di Jakarta saat ini sebesar Rp 435.000 per meter persegi. Angka tersebut naik 0,3 persen dari kuartal I/2022.

Sedangkan di Jakarta CBD seharga RP 577.900 per meter persegi dan di luar CBD seharga Rp 375.200 per meter persegi per bulannya.

Kenaikan harga sewa secara kuartalan cukup stabil, hal ini disinyalir untuk menarik minat penyewa membuka cabang atau mengekspansi ruang usaha setelah dua tahun terakhir tutup karena pandemi.

"Sedangkan di Jakarta sendiri, selain mall eksisting, akan mengandalkan pengembangan fasilitas ritel penunjang bagi sektor perkantoran di sekitarnya," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top