Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Cap Panda (KINO) Terpaksa Efisiensi, Ini Alasannya

PT Kino Indonesia Tbk. (KINO) harus melakukan efisiensi untuk mengantisipasi kenaikan ongkos produksi akibat tren pelemahan nilai tukar rupiah.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 18 Juli 2022  |  12:47 WIB
Produsen Cap Panda (KINO) Terpaksa Efisiensi, Ini Alasannya
Produk minuman yang diproduksi PT Kino Indonesia Tbk. - kino.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kino Indonesia Tbk. (KINO) terus melakukan efisiensi untuk mengantisipasi kenaikan ongkos produksi akibat tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan KINO Budi Muljono mengungkapkan efisien dilakukan di sejumlah pos, terutama pembiayaan iklan dan promosi produk.

"Perusahaan harus lebih rigid menahan spending sesuai kebutuhan. Semua bagian juga harus memberikan kontribusi terhadap efisiensi ini," kata Budi kepada Bisnis belum lama ini.

Kendati nilai impor langsung bahan baku produsen minuman merek Cap Panda tersebut di bawah 10 persen dari total ongkos produksi, tetapi dampak kenaikan harga komoditas akibat pelemahan rupiah tetap perlu diwaspadai.

Menurut Budi, kenaikan harga komoditas bakal berpengaruh terhadap kondisi rantai pasok dan permintaan sehingga jumlah impor yang tidak besar sekalipun dikhawatirkan tetap memberikan dampak berarti bagi bisnis perusahaan.

"KINO berusaha melakukan berbagai efisiensi untuk memastikan agar biaya bisa dimanage semaksimal mungkin dengan tetap melihat peluang di tengah situasi yang tidak mudah ini," sambungnya.

Namun, lanjut Budi, perusahaan masih tetap percaya industri mamin masih diperlukan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sehingga masih akan cukup banyak permintaan meskipun persaingan bakal sangat ketat.

Sekadar informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau menguat pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (18/7/2022), sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang lain di kawasan Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terpantau dibuka menguat 46,5 poin atau 0,31 persen ke posisi Rp14.950 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS pada pukul 09.00 WIB melemah 0,21 persen atau 0,22 poin ke posisi 107,6.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kino indonesia nilai tukar rupiah efisiensi dampak pelemahan rupiah industri makanan dan minuman
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top