Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Volume Ekspor CPO Melesat Juni 2022, Neraca Perdagangan Ketiban Berkah

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor minyak kelapa sawit atau CPO pada Juni 2022 meningkat 862,66 persen dibandingkan Mei 2022 atau setara dengan US$2,64 miliar.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 15 Juli 2022  |  16:11 WIB
Volume Ekspor CPO Melesat Juni 2022, Neraca Perdagangan Ketiban Berkah
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit. - Sanjit Das/Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Meski harga crude palm oil (CPO) mengalami penurunan, ekspor CPO justru terdongkrak 862,66 persen pada Juni 2022 akibat lonjakan volume ekspor usai pelarangan ekspor komoditas tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor minyak kelapa sawit atau CPO pada Juni 2022 meningkat 862,66 persen dibandingkan Mei 2022 atau setara dengan US$2,64 miliar.

“[Ekspor CPO] Mei grafiknya drop, Juninya meningkat tajam. Kenaikan [ekspor CPO] Juni disebabkan karena lonjakan volume yang meningkat,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam jumpa pers virtualnya, Jumat (15/7/2022).

Jika dirinci, volume ekspor CPO dan turunannya (HS 1511) pada Mei 2022 sebesar 182.800 ton lalu melesat menjadi 1,76 juta ton pada Mei 2022. Pada saat yang sama, mengutip World Bank, harga CPO tercatat turun 12,57 persen.

Seperti diketahui, CPO merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia. Pada Juni 2022, komoditas utama ekspor mengalami peningkatan secara bulanan. Peningkatan tertinggi terjadi pada ekspor CPO atau minyak kelapa sawit yang naik sebesar 862,66 persen atau setara dengan US$2,46 miliar.

Lebih lanjut, Margo mengatakan negara tujuan ekspor utama komoditas CPO adalah Pakistan yaitu sebesar US$450,63 juta atau meningkat 1.958,89 persen.

Dia mengatakan ekspor CPO terbesar kedua adalah China yaitu US$314,38 juta atau meningkat 291,10 persen, India US$270,57 juta, Bangladesh US$160,65 juta.

“Pada bulan Mei ini CPO tidak ada ekspor ke Bangladesh dan India,” ujarnya.

Kemudian, Margo menyampaikan ekspor CPO berdasarkan provinsinya ada Riau pada bulan Juni ekspornya senilai US$982,95 juta atau meningkat 1.064,50 persen.

Kemudian, Sumatra Utara menyumbang US$423,75 juta, meningkat 706,83 persen, Kalimantan Timur menyumbang US$383,15 juta, meningkat 3.275,17 persen dan Sumatra Barat menyumbang US$230,13 juta atau 1.110,11 persen.

“Jadi sawit memang terkonsentrasi di Riau, Sumatra Utara, Kalimantan Timur dan Sumbar,” ujar Margo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPS ekspor cpo minyak sawit larangan ekspor sawit Neraca Perdagangan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top