Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Eks PM Jepang Shinzo Abe Meninggal Ditembak, Inilah Warisan Abenomics untuk Dunia

Shinzo Abe meninggal setelah ditembak mantan pasukan angkatan laut Jepang hari ini, Jumat (8/7/2022). Abe yang lahir pada 1954 itu menikahi Akie Abe pada 1987 dan tidak memiliki anak.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 08 Juli 2022  |  18:01 WIB
Eks PM Jepang Shinzo Abe Meninggal Ditembak, Inilah Warisan Abenomics untuk Dunia
Mantan angkatan laut Jepang yang menjadi penembak mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditahan. Abe ditembak saat kampanye pemilihan untuk pemilihan Majelis Tinggi 10 Juli 2022 di Nara, Jepang, Jumat (8/7/2022). Kyodo - via REUTERS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Shinzo Abe Meninggal setelah ditembak salah satu mantan anggota angkatan laut Jepang pada hari ini Jumat, (8/7/2022). 

Suami dari Akie Abe itu merupakan perdana menteri terlama dengan pemerintahan Jepang. Dia menjadi yang termuda sejak perang dunia ke II dengan pemerintahan pertama pada 2006-2007. Selanjutnya Abe terpilih pada 2012-2014, 2014-2017 serta 2017-2020. Dengan capaian ini maka total pemerintahan Abe sepanjang 9 tahun. Meski demikian periode pertama dan berakhirnya pemerintahan Abe tidak berjalan mulus sehingga menantu salah satu raksasa perusahaan Jepang Morinaga & Co itu mengundurkan diri. Alasan yang ditetapkan baik awal maupun akhir pemerintahannya adalah faktor kesehatan. 

Dalam pemerintahan Abe, maka stabilitas ekspor menjadi fokus mendiang sehingga disebut Abenomics. Forbes menempatkan Abe sebagai salah satu orang paling berpengaruh dunia (powerful people) peringkat 38 pada 2018. Meski demikian, majalah ekonomi itu tidak mencantumkan kekayaan Abe.

Abenomics mulai ditetapkan pada 2012 dengan target pertumbuhan dan instrumen mengatasi deflasi secara keseluruhan. Melansir Investopedia, Jumat (8/7/2022), Abenomics awalnya digambarkan sebagai pendekatan tiga panah.

Pertama, mencetak mata uang tambahan sehingga menghasilkan inflasi moderat. Kebijakan membanjiri uang ke pasar ini mendorong produk Jepang lebih terjangkau oleh konsumen akibat nilai tukar yang melemah untuk ekspor. Panah kedua, kebijakan Abe selanjutnya cetakan uang di pasar merangsang permintaan dan konsumsi, baik untuk merangsang pertumbuhan jangka pendek maupun mencapai surplus anggaran dalam jangka panjang.

Panah ketiga adalah reformasi berbagai peraturan. Hal ini dilakukan guna mendorong industri Jepang lebih kompetitif dan untuk mendorong investasi di dan dari sektor swasta.

Termasuk di dalamnya, reformasi tata kelola perusahaan, pelonggaran pembatasan mempekerjakan staf asing di zona ekonomi khusus, memudahkan perusahaan untuk memecat pekerja yang tidak efektif, meliberalisasi sektor kesehatan, dan menerapkan langkah-langkah bantuan pengusaha domestik dan asing.

Undang-undang yang diusulkan juga bertujuan untuk merestrukturisasi industri utilitas dan farmasi dan memodernisasi sektor pertanian.

Kebijakan ini mampu membuat inflasi Jepang terkendali. Negara yang terkenal dengan mahalnya biaya hidupnya itu berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan memangkas pengangguran. 

Rangsangan akan pasar ekspor atas produk Jepang yang lebih terjangkau juga menumbuhkan PDB nominal yang meningkat dan laba sebelum pajak serta pendapatan pajak perusahaan mengalami peningkatan yang signifikan. Kebijakan cetak uang juga berpengaruh hingga ke negara mitra basis produksi Jepang. Termasuk Indonesia.

Kebijakan ini juga disebut meredam pengaruh China ke dunia yang terkenal dengan kebijakan Jalan Sutera Baru. Pembiayaan jumbo di sepanjang jalan sutra untuk menopang pertumbuhan ekonomi China. 

Dia juga meningkatkan peran Jepang melalui penguatan militer. Tantangan Abenomics sendiri adalah populasi Jepang yang semakin menua sehingga kecendrungan belanja melemah dan lebih meningkatkan tabungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abenomics shinzo abe jepang
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top