Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Modal Asing US$34 Miliar 'Kabur', Dolar Taiwan Ambles 7 Persen di Semester I

Taiwan telah anjlok 7 persen terhadap dolar AS sejak awal tahun 2022 ke level 29,75 per dolar AS. Mata uang juga diperkirakan melanjutkan penurunan ke level terendah dua tahun di level 30,3 dolar terhadap dolar AS pada akhir September.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Juli 2022  |  08:55 WIB
Modal Asing US$34 Miliar 'Kabur', Dolar Taiwan Ambles 7 Persen di Semester I
Bendera Taiwan terlihat saat latihan Angkatan Laut menjelang Tahun Baru Imlek di Kaohsiung, Taiwan, 27 Januari 2021. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Mata uang dolar Taiwan mencatat rekor terburuk sepanjang semester pertama tahun ini. Analis pun memperkirakan pelemahan masih berlanjut karena arus modal keluar yang deras.

Dilansir Bloomberg, Barclays Bank Plc mencatat dolar Taiwan telah anjlok 7 persen terhadap dolar AS sejak awal tahun 2022 ke level 29,75 per dolar AS. Mata uang juga diperkirakan melanjutkan penurunan ke level terendah dua tahun di level 30,3 dolar terhadap dolar AS pada akhir September.

Sementara itu,  Credit Agricole CIB memperkirakan dolar Taiwan akan melemah ke level 30 kuartal ini, dibandingkan penutupan Jumat di 29,755.

Adapun pada perdagangan hari ini, dolar Taiwan berada di level T$29,7882 per dolar AS pada pukul 08.48 WIB, menguat 0,08 persen dari level penutupan akhir pekan lalu.

Prospek bearish ini didasarkan pada arus keluar modal asing senilai US$34 miliar dari pasar modal Taiwan di 2022. Ini merupakan outflow terbesar di negara-negara berkembang Asia di luar China. Harga komoditas yang lebih tinggi dan divergensi kebijakan yang melebar karena kenaikan suku bunga Federal Reserve juga mengancam untuk mengacaukan mata uang.

Analis valas Barclays Lemon Zhang memberikan pandangan bearish terhadap mata uang Taiwan. Hal ini karena arus keluar portofolio masih menjadi hambatan besar.

“Hambatan dari aliran modal dapat berlanjut dari meningkatnya ketakutan inflasi, pengetatan ekonomi utama dan imbal hasil AS/pasar negara maju yang lebih tinggi,” ungkap Zhang, dikutip Bloomberg, Senin (4/7/2022).

Dolar Taiwan bukan satu-satunya mata uang yang berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan terakhir. Seluruh mata uang di Asia juga merasakan tekanan karena Fed yang hawkish memikat modal ke AS dan menjauh dari pasar negara berkembang.

Secara teknikal, meskipun dolar Taiwan tampaknya telah membentuk titik terendah jangka pendek dengan level support di 29,854 bertahan bulan lalu, ada alasan untuk percaya pelemahan lebih masih akan terjadi.

Barclays memperkirakan mungkin ada arus modal asing keluar sekitar US$8 miliar dalam beberapa bulan mendatang karena repatriasi dividen oleh dana global.

Investor akan memantau data inflasi yang akan dirilis Rabu untuk melihat apakah ada tanda-tanda percepatan yang mendorong bank sentral menjadi lebih hawkish. Otoritas moneter menaikkan suku bunga lebih kecil dari perkiraan 0,125 persen bulan lalu karena mencoba mengendalikan inflasi tanpa memperburuk pertumbuhan yang melambat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as modal asing taiwan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top