Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Semester II/2022 Diproyeksi Naik 5,5 Persen, Sri Mulyani Antisipasi Ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengantisipasi sejumlah faktor di tengah kuatnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  16:17 WIB
Ekonomi Semester II/2022 Diproyeksi Naik 5,5 Persen, Sri Mulyani Antisipasi Ini
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati - Youtube Ministry of Finance Republic Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemerintah akan terus berupaya menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester I/2022 akan mencapai kisaran 4,9 hingga 5,2 persen. Pertumbuhan yang tinggi pada periode tersebut mencerminkan momentum pemulihan ekonomi yang kuat, terutama didukung oleh mobilitas masyarakat yang meningkat tinggi.

Bahkan, pemulihan ekonomi diperkirakan tetap kuat pada semester II/2022 dengan proyeksi pertumbuhan yang mencapai kisaran 4,9 hingga 5,5 persen.

“Potensi dari penguatan ini menyebabkan outlook dari pemulihan ekonomi di 2022 sampai semester II masih diperkirakan menguat, yaitu antara 4,9 hingga 5,5 persen. kami prediksikan pertumbuhan 2022 ini masih dalam kisaran 4,9-5,4 persen,” katanya dalam rapat kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Jumat (1/7/2022).

Sri Mulyani menjelaskan sumber pertumbuhan ekonomi tahun ini masih akan berasal dari sektor konsumsi masyarakat dan investasi.

Namun demikian, imbuhnya, kenaikan inflasi harus tetap diwaspadai karena berpotensi menggerus daya beli masyarakat.

Di samping itu, kenaikan beban bunga (cost of fund) juga berpotensi menghambat kinerja investasi ketika suku bunga acuan harus dinaikkan untuk merespons inflasi yang tinggi.

“Jadi dua sumber pertumbuhan ekonomi kita, konsumsi dan investasi bisa terpengaruh oleh kondisi yang sekarang ini sedang berjalan, yaitu kecenderungan inflasi tinggi dan menyebabkan suku bunga menjadi naik,” jelasnya.

Sri Mulyani juga memperkirakan tingkat inflasi hingga akhir tahun akan melebihi target pemerintah, yaitu mencapai kisaran 3,5 hingga 4,5 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi Pertumbuhan Ekonomi sri mulyani pemulihan ekonomi
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top