Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri ESDM Beberkan Potensi Panas Bumi di Nage NTT

Pemanfaatan energi baru dan terbarukan berbasis surya dan panas bumi bakal menjadi prioritas kerja di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 25 Juni 2022  |  09:00 WIB
Menteri ESDM Beberkan Potensi Panas Bumi di Nage NTT
Menteri ESDM Arifin Tasrif. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan pemanfaatan energi baru dan terbarukan berbasis surya dan panas bumi bakal menjadi prioritas kerja di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Di sini punya radiasi matahari yang paling tinggi. Ada juga potensi geothermal. Kemarin ESDM sudah melakukan pengeboran slim hole sudah ditemukan sumber potensial di Nage,” kata Arifin di Labuan Bajo, Jumat (24/6/2022).

Pengeboran di Nage, kata Arifin, bakal diteruskan ke tahapan selanjutnya yaitu Nage-2. Program itu diharapkan dapat menarik minat investor untuk mengembangkan potensi surya dan panas bumi di wilayah NTT tersebut.

“Semoga kita dapat data yang akurat dan ke depannya memberikan kepastian daerah-daerah tersebut feasible dikembangkan untuk mengurangi risiko kegagalan,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah sendiri tengah berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Upaya ini diimplementasikan melalui dukungan Nota Kesepahaman antara Kementerian ESDM dengan PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) sebelum parade motor listrik.

Di waktu bersamaan, dukungan finansial untuk kredit kepemilikan KBLBB serta pengembangan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga dilakukan Nota Kesepahaman antara PT PLN (Persero) dan HIMBARA (Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN).

Pada tahun ini, Kementerian ESDM bakal melakukan konversi motor BBM ke motor listrik sebanyak 1.000 unit. Ditargetkan, terdapat 13 juta motor listrik dari motor listrik baru maupun hasil konversi pada tahun 2030.

Selain motor listrik, Pemerintah juga menargetkan mengembangkan teknologi baterai untuk dimanfaatkan di perahu-perahu nelayan. Pengembangan perahu berbasis baterai ini akan memberikan manfaat untuk menekan emisi karbon, menghindari pencemaran lingkungan hingga mengurangi kebisingan.

"Saya minta litbang dan industri-industri yang berbisnis di bidang usaha baterai listrik mengembangkan potensi ini," tuturnya.

Pemanfaatan energi ramah lingkungan mendapat dukungan sepenuhnya dari Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam memperhatikan proses transisi energi di wilayah NTT.

"Kami berterima kasih kepada kementerian ESDM yang peduli kepada transisi energi ke depan. NTT punya sumber energi baru terbarukan (EBT) yang kaya, karena itu bagaimana EBT ini bisa kita dorong ke depan sehingga provinsi ini bisa bersaing," kata Laiskodat.

Mengawali sidang hari kedua the 2nd Energy Transitions Working Group (ETWG) pada Presidensi G20 Indonesia, Arifin didampingi Laiskodat dan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Darmawan Prasodjo memimpin parade konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke motor listrik.

Kegiatan ini menjadi ajang kampanye budaya baru penggunaan kendaraan listrik serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan energi yang bersih dan efisien.

Mengenakan batik lengan panjang, Arifin berkeliling di jalanan Labuan Bajo kurang lebih 3,2 kilometer. Konvoi puluhan motor listrik ini diawali di depan Hotel Meruorah menuju Kampung Ujung.

"Kita coba motor listrik, di mana-mana kita coba. Kita sama-sama harus mengkampanyekan motor listrik. Kita ganti motor-motor [konvensional] yang tidak dipakai jadi motor listrik karena manfaatnya sangat banyak," kata Arifin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panas bumi kementerian esdm ntt ebt
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top