Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PM Kishida Peringatkan Pelonggaran Moneter Harus Tepat

Pelonggaran kebijakan moneter harus tepat sasaran supaya tidak memukul kalangan bisnis kecil.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 19 Juni 2022  |  18:30 WIB
PM Kishida Peringatkan Pelonggaran Moneter Harus Tepat
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida - REUTERS/Baek Seung/ryol/Yonhap
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengarahkan pelonggaran kebijakan moneter agar tepat sasaran supaya tidak memukul kalangan bisnis kecil.

"[Kebijakan moneter] perlu dinilai secara komprehensif dengan mempertimbangkan tren perekonomian secara keseluruhan" kata Kishida dalam program Fuji Television pada Minggu, seperti dilansir Bloomberg pada Minggu (19/6/2022).

Sebuah perubahan kebijakan akan menambah beban pada biaya pinjaman bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang perlu menjadi pertimbangan.

Sementara itu, kebijakan pelonggaran saat ini telah mempercepat pelemahan yen. Hal itu memicu kenaikan biaya pada barang seperti pangan dan energi.

Untuk itu, pemerintah perlu melakukan langkah untuk membendung kenaikan harga.

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda bertahan dengan suku bunga terendah pada Jumat, menentang gelombang pengetatan bank sentral global yang semakin intensif.

Yen langsung melemah setelah keputusan tersebut, menambah kekhawatiran kenaikan biaya impor. Nilai tukar dolar AS naik sebanyak 2 persen lebih tinggi menjadi 134,91 yen, mendekati puncak 24 tahun.

Sementara itu, Kishida juga menolak seruan dari beberapa partai oposisi untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir. Menurutnya, hal itu tidak dibenarkan mengingat tingginya biaya kapal.

Jepang sudah meluncurkan kapal selam baru seperti kapal perang kelas Taigei bertenaga diesel - listrik. Kementerian Pertahanan Jepang akan membangun 22 armada kapal selam.

Secara terpisah, peringkat persetujuan untuk kabinet Kishida turun 5 poin persentase menjadi 48 persen dalam jajak pendapat yang diterbitkan oleh surat kabar Mainichi.

Hal itu menunjukkan kekhawatiran responden tentang kenaikan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang kebijakan moneter
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top