Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rantai Pasok Global Macet, Ini Kata Bos DHL

Bos DHL memperingatkan adanya kemacetan parah di wilayah Eropa seperti Hamburg dan Rotterdam lantaran banyaknya kapal yang datang dari Asia.
Chief Executive Officer DHL Global Forwarding, Freight Tim Scharwath menilai aktivitas di pelabuhan belum kembali normal, sehingga muncul kemacetan rantai pasokan
Chief Executive Officer DHL Global Forwarding, Freight Tim Scharwath menilai aktivitas di pelabuhan belum kembali normal, sehingga muncul kemacetan rantai pasokan

Bisnis.com, JAKARTA - DHL Global menilai kemacetan di pelabuhan yang terjadi secara global akan membaik pada tahun depan, tetapi belum bisa memulihkan rantai pasok global di tingkat sebelum pandemi.

Adanya pengiriman kontainer baru dan pengapalan yang akan melandai pada tahun depan akan memulihkan kondisi di pelabuhan dunia yang sempat mengalami kelangkaan jumlah pekerja dan pengemudi truk pada 2021.

"[Antrean di pelabuhan] akan membaik pada 2023, tetapi tidak lalu kembali seperti pada 2019. Saya rasa kita tidak akan kembali pada situasi kelebihan kapasitas dengan tarif sangat rendah," kata Chief Executive Officer DHL Global Forwarding, Freight Tim Scharwath seperti dikutip Bloomberg pada Senin (13/6/2022).

Menurutnya perbaikan infrastruktur yang lama juga akan mengganjal pemulihan kondisi di pelabuhan.

Seperti diketahui, kemacetan di pelabuhan telah menyebabkan lambatnya pergerakan barang masuk dan keluar dari pusat pengiriman dan mendorong tarif pengiriman peti kemas ke rekor tertinggi.

Harga spot dari Los Angeles ke China melonjak lebih dari delapan kali lipat mencapai US$12.424 pada September dibandingkan pada akhir 2019.

Kelancaran rantai pasok global akan membaik setelah pelabuhan Shanghai kembali dibuka setelah 2 bulan lockdown dan tumpukan kargo telah dibereskan.

"[Shanghai] pintar untuk membuka perlahan-lahan guna memastikan bahwa penyumbatan ini berkurang sedikit demi sedikit demi sedikit agar mengalir," ujar Scharwath.

Kembali dibukanya pusat aktivitas keuangan dan manufaktur di China ini dilakukan pada saat banyaknya barang yang harus dikirim dari Asia ke AS dan Eropa menjelang liburan akhir tahun.

Namun dia memperingatkan adanya kemacetan parah di wilayah Eropa seperti Hamburg dan Rotterdam lantaran banyaknya kapal yang datang dari Asia. Mogoknya para pengemudi truk di Korea Selatan juga akan membebani rantai pasok.

"Setiap tekanan yang Anda berikan, di mana pun di dunia, akan memiliki pengaruh di bagian lain dari rantai pasok. Mungkin 5 tahun lalu situasi di Korea tidak akan berpengaruh. Sekarang iya," katanya.

Pada akhir 2021, pesanan global untuk kapal kontainer mencapai 9,8 persen dari armada yang ada di dunia, sekitar 6,5 poin persentase lebih tinggi dari tahun sebelumnya, menurut Bloomberg Intelligence.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Nindya Aldila

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper