Wah! Bandara Banyuwangi Masuk 20 Besar Arsitektur Terbaik Dunia di AKAA 2022

Bandara Banyuwangi International Airport masuk jajaran 20 besar bangunan dengan arsitektur terbaik dalam ajang Aga Khan Awards for Architecture (AKAA) tahun 2022.
Calon penumpang berjalan di kawasan Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (14/3/2021). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww)
Calon penumpang berjalan di kawasan Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (14/3/2021). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww)

Bisnis.com, JAKARTA - Bandara Banyuwangi International Airport masuk jajaran 20 besar bangunan dengan arsitektur terbaik dalam ajang Aga Khan Awards for Architecture (AKAA) tahun 2022. Bandara yang memakai konsep hijau ini bersaing dengan 20 karya arsitektur lainnya dari 16 negara.

Sebagai informasi, Aga Khan Awards for Architecture merupakan penghargaan tertua di bidang arsitektur yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Karya yang masuk dalam nominasi tidak hanya memperlihatkan keunggulan arsitektur, tapi juga merespons aspirasi budaya, mendukung konservasi, dan peningkatan kualitas lingkungan.

Dilansir dari situs resmi AKAA, pada penghargaan ini AKAA diikuti oleh 463 karya arsitektur, di mana melalui seleksi oleh juri AKAA telah merilis 20 nama nominator. Dari 20 nama tersebut, Indonesia menyumbang dua nama yaitu Bandara Internasional Banyuwangi dan Rumah Tambah di Batam.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan masuknya bandara Banyuwangi sebagai nomitor di AKAA merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

“Ini sebuah kebanggaan. Bandara Banyuwangi masuk nominasi kompetisi arsitektur kelas dunia, bersanding dengan puluhan karya arsitektur lain dari berbagai negara,” kata Ipuk dalam keterangan resmi pada Kamis (9/6/2022).

Ipuk juga mengatakan bukan dari sisi arsitektur, keberadaan Bandara Banyuwangi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal untuk mengentaskan kemiskinan dengan semakin mudahnya akses ke Banyuwangi.

Bandara Banyuwangi menarik perhatian dunia bukan hanya karena desainnya yang mengadopsi bentuk ikat kepala Suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi), tapi juga bangunannya yang berkonsep hijau dan ramah lingkungan (Green Building).

Ini terlihat dari atap terminal yang ditanami tanaman, konservasi air dan sunroof yang menjadi sumber cahaya alami di siang hari. Atap bangunannya juga menunjukkan pembagian yang jelas antara terminal keberangkatan dan kedatangan. Bandara ini menjadi bandara hijau pertama di Indonesia.

Bandara Banyuwangi ini juga dibangun dengan kolaborasi bersama arsitek Andra Matin. Bangunan ini selesai dibangun pada tahun 2018 dan sudah beroperasi melayani sekitar 110.000 penumpang per harinya.

Untuk memenuhi syarat dipertimbangkan dalam penghargaan AKAA tahun 2022, proyek arsitektur harus diselesaikan antara 1 Januari 2017 hingga 31 Desember 2021, dan telah digunakan minimal selama satu tahun.

“Kami bersyukur kolaborasi kami dengan Pemkab Banyuwangi mendapat apresiasi dunia. Bandara Banyuwangi tidak hanya ramah lingkungan, namun sangat kental budaya lokal,” kata arsitek Andra Matin saat berkunjung ke Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper