Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMK Berdampak Ke Susu Sapi? Ini Penjelasan Nestle

Susu yang berasal dari sapi perah dipastikan tidak terkontaminasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kini tengah merebak di beberapa wilayah sentra ternak.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  16:36 WIB
PMK Berdampak Ke Susu Sapi? Ini Penjelasan Nestle
Peternak menuangkan susu sapi hasil perahan ke wadah, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015). - JIBI/Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menginfeksi sapi di sejumlah wilayah di Indonesia dikhawatirkan memengaruhi kualitas susu yang dihasilkan oleh hewan ternak tersebut.

Namun, apakah  penyakit tersebut memengaruhi kualitas susu sapi perah? Menurut Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar, PMK tidak mengontaminasi susu sapi sehingga dipastikan tidak ada penularan yang berasal dari susu sapi.

"Kendatipun ada penyebaran PMK di Jawa Timur, tetapi penyakit tersebut tidak terkontaminasi di susu sehingga tidak ada penularan dari susu sapi perah," jelasnya dalam sesi tanya jawab di acara perluasan kapasitas produksi Milo di pabrik Nestle di Karawang, Selasa (7/6/2022).

Dengan demikian, sambungnya, susu sapi yang diproses dengan benar aman untuk diminum. Namun, perusahaan tetap melakukan penanggulangan penyakit tersebut melalui pemberian vaksin serta melakukan isolasi terhadap sapi perah yang terkontaminasi PMK.

Sekadar informasi, Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) mencatat kontaminasi PMK terhadap ternak sapi tersebar di 17 provinsi.

Antara lain, DKI Jakarta, Aceh, Bangka Belitung, Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, dan Sumatra Utara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top