Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SKK Migas Pantau Tajak Sumur Eksplorasi Nuri-1X

SKK Migas melakukan pemantauan pelaksanaan tajak Sumur Eksplorasi Nuri-1X.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  14:16 WIB
SKK Migas Pantau Tajak Sumur Eksplorasi Nuri-1X
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong pelaksanaan program pengeboran sumur eksplorasi yang telah ditetapkan pada work, program & budget (WPnB) di 2022. SKK Migas melakukan pemantauan pelaksanaan tajak Sumur Eksplorasi Nuri-1X yang dioperasikan oleh KKKS BOB PT Bumi Siak Pusako - Pertamina Hulu (BOB BSP-PH).

Sumur Eksplorasi Nuri-1x berhasil tajak pada Minggu (5/6/2022) pukul 23.30 WIB. Sumur Eksplorasi Nuri-1X berada di Kabupaten Kampar, Kecamatan Tapung Hilir yang merupakan Sumur Eksplorasi kedua di Provinsi Riau.

Pengeboran Sumur Eksplorasi Nuri-1X menggunakan Rig milik TMMJ berkapasitas 1000HP, direncanakan akan selesai dalam waktu 56 hari, dengan target kedalaman sumur 8800ft, pengeboran Sumur Nuri-1X akan menembus Formasi Petani, Telisa, Bekasap dan Pematang, dengan harapan dapat menemukan cadangan hidrokarbon pada Formasi Bekasap dan Formasi Pematang.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengapresiasi pelaksanaan pengeboran sumur eksplorasi Nuri-1X yang dioperasikan oleh BOB BSP-PH. Menurut Julius, tajak sumur eksplorasi itu menunjukkan pelaksanaan program pengeboran yang tertuang dalam WPnB 2022 yang ditetapkan sebanyak dua sumur eksplorasi.

Setelah pelaksanaan pengeboran sumur eksplorasi yang pertama, SKK Migas sudah melakukan koordinasi dengan BOB BSP-PH untuk mempersiapkan pelaksanaan pengeboran sumur eksplorasi yang kedua.

“Kami optimis, BOB BSP - PH dapat merealisasikan program pengeboran sumur eksplorasi di 2022. Terlebih saat ini sudah tidak ada hambatan mobilitas pekerja dan peralatan sebagai dampak positif dari telah terkendalinya wabah Covid-19, ataupun kendala karena faktor cuaca, karena sudah memasuki musim kemarau”, kata Julius melalui siaran pers, Senin (6/6/2022).

Lebih lanjut, Julius menambahkan bahwa upaya agresif dan masif untuk menemukan cadangan migas yang baru untuk keberlanjutan industri hulu migas nasional di masa yang akan datang, tercermin dari jumlah program pengeboran sumur eksplorasi di tahun 2022 yang mencapai 42 sumur, atau lebih banyak dibandingkan realisasi pengeboran sumur eksplorasi tahun 2021 yang berjumlah 28 buah sumur.

“Kami berharap ditahun ini bisa mempertahankan success ratio pengeboran sumur eksplorasi tahun lalu yang mencapai 55 persen. Jumlah pengeboran sumur eksplorasi yang jauh lebih besar serta success ratio yang tinggi maka diharapkan temuan cadangan migas di tahun 2022 akan lebih baik”, kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan realisasi produksi terangkut atau lifting migas nasional sepanjang kuartal I/2022 masih di bawah target. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan belum optimalnya realisasi lifting minyak dan gas bumi nasional itu disebabkan karena dampak bawaan dari pandemi dan sejumlah penghentian operasi yang tidak terencana (unplanned shutdown) sepanjang 2021.

“Produksi dan lifting kita masih terkendala terutama entry point yang sangat rendah di awal 2022 karena dampak dari pandemi itu di kuartal satu kita loss di sana sekitar 20.000 barel per hari [bph] kemudian mostly juga dampak dari unplanned shutdown,” kata Dwi saat Konferensi Pers Kinerja Hulu Migas Kuartal I Tahun 2022, Jumat (22/4/2022).

Berdasarkan catatan SKK Migas sepanjang kuartal pertama 2022, realisasi lifting minyak mencapai 611.700 bph atau lebih rendah dari target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 sebesar 703.000 bph.

Selain itu, realisasi lifting gas sepanjang triwulan pertama tahun ini berada di angka 5.321 standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau lebih rendah dari target yang dipatok pemerintah sebesar 5.800 MMSCFD.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas sumur minyak sumur migas
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top