Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina EP Resmikan Stasiun Pengumpul, Tingkatkan Produksi Gas dan Kondensat

Pembangunan SP Beringin A oleh Pertamina bertujuan meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas bumi (Migas) hingga mencapai 15 million standard cubic feet per day (mmscfd) untuk gas dan 382 barrel per day (bpd) untuk kondensat.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 Mei 2022  |  22:18 WIB
Pertamina EP Resmikan Stasiun Pengumpul, Tingkatkan Produksi Gas dan Kondensat
Pekerja PT Pertamina EP melakukan monitoring Fasilitas Produksi Gas. BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA — Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina EP meresmikan Stasiun Pengumpul (SP) Beringin A di Desa Beringin, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, pada Senin (30/5/2022).

Di bawah manajemen Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4, pembangunan SP Beringin A bertujuan meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas bumi (Migas) hingga mencapai 15 million standard cubic feet per day (mmscfd) untuk gas dan 382 barrel per day (bpd) untuk kondensat.

SP Beringin A akan menampung dan mengolah gas dan kondensat dari delapan sumur yang akan dikembangkan KKKS Pertamina EP. Pengoperasian SP Beringin A akan dilakukan oleh Prabumulih Field.

General Manager Zona 4 Agus Amperianto berharap komitmen peningkatan produksi minyak dan gas dari wilayah Sumatera Selatan dapat berkontribusi secara signifikan dan berkelanjutan terhadap pencapaian target produksi Migas nasional.

“Pembangunan SP Beringin A menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan produksi Migas. Keberhasilan pembangunan ini mendorong semangat kami untuk terus berkontribusi meningkatkan produksi Migas dari Sumatra Selatan,” kata Agus melalui siaran pers, Senin (30/5/2022).

SP Beringin A dapat dimanfaatkan onstream sesuai jadwal dengan tetap memitigasi resiko penyebaran C dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Di samping itu, tercapai jam kerja selamat 1.088.204 jam per tanggal 17 Mei 2022, tanpa ada satupun lost time incident (LTI).

"Sehingga SP Beringin A dapat dioperasikan dan memberikan tambahan produksi minyak dan gas, meskipun ada salah satu peralatan yaitu kompresor yang baru akan terpasang di Q2 2023. Inovasi ini selain mampu menjaga proyek dapat beroperasi, juga tidak ada beban biaya preservasi tambahan", tuturnya.

Di sisi lain, Manajer Senior Manajemen Proyek SKK Migas Noezran Azwar mengatakan perlu adanya komitmen dari PT Pertamina EP untuk melakukan upaya yang lebih optimal dalam pelaksanaan proyek guna terpenuhinya target onstream pada tahun 2022 khususnya untuk PT Pertamina EP Zona 4 lainnya, seperti EPF SP TMB (Prabumulih).

“Upaya optimal dapat dicapai dengan optimasi terhadap sinergitas di internal KKKS antara fungsi teknis, fungsi manajemen asset dan fungsi pengadaaan sehingga menghasilkan pemenuhan kebutuhan proyek yang sesuai jadwal dan tepat sasaran dan secara aktif mencari inovasi dengan memberdayakan opsi pemanfaatan peralatan idle yang merupakan aset dari material di lapangan lain atau bahkan dari KKKS lain," tuturnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Selatan Anggono Mahendrawan menyampaikan apresiasi terhadap KKKS Pertamina EP yang berhasil memanfaatkan onstream SP Beringin A.

“Pembangunan SP ini meningkatkan kapasitas produksi migas hingga mencapai 15 mmscfd untuk gas dan 382 bpd kondensat. Peningkatan ini sejalan dengan upaya mencapai target produksi migas nasional sejumlah 1 juta bopd untuk minyak dan 12 bscfd untuk gas pada tahun 2030, untuk mendukung ketahanan energi nasional,” kata Anggono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas gas pertamina ep
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top