Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pra-KTT Y20 Bahas Isu Penyelamatan Bumi Melalui Ekonomi Sirkular

Forum Pra-KTT Ketiga Youth 20 (Y20) Indonesia yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Minggu (22/5/2022), menggulirkan isu terkait pentingnya ekonomi sirkular dalam mewujudkan planet yang berkelanjutan dan layak huni.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 24 Mei 2022  |  09:32 WIB
Sejumlah ekor sapi mencari makan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/5/2022). ANTARA FOTO - Arnas Padda
Sejumlah ekor sapi mencari makan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/5/2022). ANTARA FOTO - Arnas Padda

Bisnis.com, JAKARTA – Forum Pra-KTT Ketiga Youth 20 (Y20) Indonesia yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Minggu (22/5/2022), menggulirkan isu terkait pentingnya ekonomi sirkular dalam mewujudkan planet yang berkelanjutan dan layak huni.

Dalam konsep ekonomi linier, manusia mengambil sumber daya alam untuk memproduksi barang yang pada akhirnya akan dibuang. Pola ini bermuara pada perilaku konsumsi secara berlebih dan produksi limbah yang berlebihan.

Oleh sebab itu, para delegasi dalam forum tersebut menyerukan pentingnya menerapkan ekonomi sirkular berbasis produksi dan konsumsi berkelanjutan.

Center of Competence for Climate Change Alesya Krit berpendapat pentingnya berpikir secara lokal dalam upaya mendorong konsumsi berkelanjutan. Di sisi lain, solusi ini perlu disesuaikan dengan wilayah tujuan, serta selaras dengan dimensi sosial dan budaya setempat.

“Kemudian, bentuklah perspektif normatif dan ajaklah pekerja, teman, warga untuk mengenal mindset baru. Misalnya, lewat TikTok challenge,” ujarnya dalam sesi talk show Pra-KTT Ketiga Y20 Indonesia.

Sementara itu, Program Lead di Platform for Accelerating Circular Economy Ke Wang menuturkan bahwa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi sirkular tidak hanya mengandalkan perubahan kebiasaan, tetapi juga perubahan kebijakan.

Dia menyatakan bahwa masyarakat terhadap ekonomi sirkular masih sangat rendah. Alhasil, kebijakan para politisi terhadap konsep tersebut menjadi tidak sejalan. Menurutnya, generasi muda berperan penting dalam mendorong kesadaran masyarakat.  

“Generasi muda telah menunjukkan bahwa mereka memegang peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim,” kata Ke Wang.

Mohammad Bijaksana Junerosano, CEO dan Founder Waste4Change, menambahkan populasi dunia saat ini telah mencapai 7,9 miliar jiwa. Untuk mencapai perubahan, diperlukan kesadaran dari 4 persen populasi atau 10 juta orang Indonesia terkait dengan ekonomi sirkular.

“Solusi datang lebih lambat daripada terjadinya kerusakan lingkungan. Kita harus memikirkan bagaimana kita bisa mempercepat solusi tersebut. Tapi yang terpenting, kita harus optimistis bahwa kita bisa melakukan perubahan dengan berkolaborasi,” tutur Junerosano.

Sebagaimana diketahui, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara anggota G20 dan pertemuan pemuda G20 atau dikenal Y20.

Terdapat empat bidang prioritas yang akan diusung dalam acara ini, yakni ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, keragaman dan inklusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 limbah generasi muda
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top