Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Soroti Konglomerat yang Cuan dari Komoditas. Ingat Bayar Pajak!

Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menyoroti para konglomerat yang menuai berkah dari kenaikan harga komoditas agar patuh dalam membayar pajak.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  19:11 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam konferensi pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam konferensi pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan akan mengawasi para konglomerat yang menuai berkah dari kenaikan harga komoditas agar patuh dalam membayar pajak. Kekayaan pengusaha yang berkaitan dengan komoditas berpotensi meningkat dalam kondisi saat ini.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/5/2022). Dia menjabarkan bahwa lonjakan harga komoditas (commodity boom) membawa berkah bagi perekonomian, di antaranya mampu meningkatkan keuangan negara, di antaranya melalui penerimaan pajak dan bea ekspor.

Selain negara, perusahaan-perusahaan yang terkait dengan komoditas juga turut menuai berkah dari tingginya harga secara global. Cemerlangnya kinerja akan membuat para eksekutif dan konglomerat panen rezeki dan kekayaannya berpotensi bertambah.

Sri Mulyani menyebut bahwa mereka yang menuai berkah dari tingginya harga komoditas harus tetap patuh membayar pajak sesuai kewajiban. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan akan menyoroti perkembangan para eksekutif dan konglomerat tersebut.

"Dalam kondisi commodity boom kita akan melihat supaya compliance-nya bisa ditingkatkan. Ini penting untuk membangun fondasi ke depan," ujar Sri Mulyani pada Senin (23/5/2022).

Penerimaan pajak per Januari—April 2022 tercatat mencapai Rp567,69 triliun atau tumbuh 51,49 persen (year-on-year/yoy). Dari capaian itu, pajak penghasilan (PPh) non migas berkontribusi hingga Rp342,48 triliun.

Penerimaan pajak dari sektor pertambangan tercatat tumbuh hingga 259,5 persen pada April 2022, berbanding terbalik dari posisi April 2021 yang negatif 0,8 persen. Tingginya harga batu bara dalam empat bulan pertama tahun ini turut memengaruhi kinerja tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn sri mulyani penerimaan pajak
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top