Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Meroket di Berbagai Negara, Indonesia?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan secara global terjadi tren kenaikan inflasi, baik di negara maju maupun berkembang.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 Mei 2022  |  14:15 WIB
Pedagang melayani pembeli di Pasar Karbela, Jakarta, Senin (9/5/2022).  - Antara Foto/Dhemas Reviyanto
Pedagang melayani pembeli di Pasar Karbela, Jakarta, Senin (9/5/2022). - Antara Foto/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa tingkat inflasi akan semakin mendekati 4 persen, sejalan dengan tren kenaikan inflasi secara global. Meskipun begitu, inflasi masih sejalan dengan proyeksi awal pemerintah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Raker Banggar DPR) terkait persetujuan tambahan kebutuhan anggaran dalam merespons kenaikan harga komoditas. Hasil rapat itu, DPR menyetujui adanya penambahan dana untuk subsidi, kompensasi, dan perlindungan sosial dalam APBN 2022.

Dia menyampaikan bahwa secara global terjadi tren kenaikan inflasi, baik di negara maju maupun berkembang. Di Amerika Serikat misalnya, inflasi terus merangkak naik ke atas 7 persen, bahkan di Jerman inflasi naik 30 persen secara tahunan menjadi 7,3 persen.

Kondisi serupa tak terelakkan di Indonesia. Sri Mulyani menyebut bahwa inflasi Indonesia berpotensi terus merangkak naik mendekati 4 persen.

"Inflasi akan upper end, dari proyeksi 3±1 persen, dia cenderung akan dekat ke 4 persen. Sekarang [April 2022] sudah 3,7 persen YoY [year-on-year]," ujar Sri Mulyani pada Kamis (19/5/2022).

Sri Mulyani menyebut bahwa tingginya inflasi yang sejalan dengan kenaikan suku bunga akan menekan pertumbuhan ekonomi pada semester II/2022. Namun, dia meyakini bahwa konsolidasi fiskal dapat tetap berjalan.

Pemerintah wajib menurunkan defisit APBN ke bawah 3 persen pada tahun depan. Oleh karena itu, perlu terjadi penurunan bertahap yang lancar (smooth landing), yakni dengan target defisit APBN 4,5 persen pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi ekonomi sri mulyani kementerian keuangan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top