Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asyik Utang Luar Negeri RI Turun pada Kuartal I/2022, Berikut Pemicunya

Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal I/2022 adalah sebesar US$411,5 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada kuartal sebelumnya sebesar US$415,7 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 19 Mei 2022  |  10:40 WIB
Asyik Utang Luar Negeri RI Turun pada Kuartal I/2022, Berikut Pemicunya
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mengalami penurunan pada kuartal I/2022.

Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal I/2022 adalah sebesar US$411,5 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada kuartal sebelumnya sebesar US$415,7 miliar.

Jumlah ULN tersebut mengalami kontraksi sebesar 1,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar 0,3 persen yoy.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan bahwa penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) dan sektor swasta.

“Posisi ULN Pemerintah pada kuartal I/2022 sebesar US$196,2 miliar, menurun dari posisi kuartal sebelumnya sebesar US$200,2 miliar,” katanya dalam siaran pers, Kamis (19/5/2022).

ULN pemerintah tersebut mengalami kontraksi sebesar 3,4 persen yoy, lebih dalam dari kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 3,0 persen yoy.

Erwin menjelaskan, penurunan terjadi seiring dengan jatuh temponya beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN), baik SBN domestik maupun SBN valas.

Selain itu, penurunan terjadi karena adanya pelunasan neto atas pinjaman yang jatuh tempo selama periode Januari hingga Maret 2022, yang sebagian besar merupakan pinjaman bilateral.

Volatilitas di pasar keuangan global pun cenderung tinggi sehingga turut berpengaruh pada perpindahan investasi pada SBN domestik ke instrumen lain, sehingga mengurangi porsi kepemilikan investor nonresiden pada SBN domestik.

Sementara itu, posisi ULN swasta pada kuartal I/2022 tercatat sebesar US$206,4 miliar, terkontraksi 1,8 persen yoy, lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 0,6 persen yoy.

Kontraksi disebabkan oleh pembayaran pinjaman luar negeri dan surat utang yang jatuh tempo selama kuartal I 2022 sehingga ULN lembaga keuangan dan perusahaan bukan lembaga keuangan terkontraksi masing-masing sebesar 5,1 persen yoy dan 1,0 persen yoy.

“Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi; sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin; sektor industri pengolahan; serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 76,6 persen dari total ULN swasta,” kata Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia ekonomi utang luar negeri
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top