Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek! Ini Ciri-ciri Penyakit Mulut dan Kuku yang Serang Sapi

Peternak maupun pemiliki sapi harus mulai waspada dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kenali ciri-cirinya dan cara penanganan jika hewan ternak terjangkit PMK.
Nimatul Faizah
Nimatul Faizah - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  18:30 WIB
Peternak menggembalakan sapi di Desa Ngeluk, Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (6/2). - ANTARA/Aji Styawan
Peternak menggembalakan sapi di Desa Ngeluk, Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (6/2). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, SOLO - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menjangkiti hewan ternak, terutamanya sapi, di sejumlah daerah di Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Disnakkan Boyolali, drh. Afiany Rifdania, mengungkapkan ciri-ciri hewan ternak yang terkena penyakit mulut dan kuku, di antaranya demam tinggi, muncul air liur berlebihan, serta ada luka lepuh di rongga mulut atau pada lidah.

“Ciri selanjutnya, hewan ternak kemudian tidak mau makan. Kukunya juga luka, sehingga sulit untuk berdiri, gemetaran, dan napasnya cepat,” kata Afi, Selasa (10/5/2022).

Afi juga menyampaikan penyakit mulut dan kuku tak hanya menyerang hewan ternak sapi, tapi juga dapat menyerang kambing, domba, kerbau, babi, dan ruminansia lainnya.

Lebih lanjut, Afi mengatakan setelah Disnakkan Boyolali mendapatkan laporan terkait hewan ternak yang memiliki gejala klinis PMK, maka pihaknya akan melakukan tiga langkah yaitu pengobatan, isolasi, dan biosecurity.

“Sebelum kami mendapatkan hasil laboratorium, kami langsung bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam kami sudah ke lokasi untuk pengobatan. Kedua kami lakukan isolasi yang berguna untuk mengatasi penyebaran penyakitnya,” kata dia.

Afi menjelaskan, pada saat masa isolasi, peternak tidak boleh mengeluarkan ternaknya. Isolasi pada hewan, ia katakan, seperti karantina pada manusia.

Untuk langkah ketiga, yakni biosecurity, Afi mengatakan ada dua hal dalam penerapan biosecurity, meliputi pembersihan kering dan penyemprotan disinfektan.

“Pembersihan kering itu kotoran di kandang harus dibersihkan dulu karena membawa bibit penyakit. Kemudian area kandang disemprot disinfektan minimal dua kali sehari. Itu yang harus dilaksanakan teman-teman peternak,” kata dia.

Afi mengatakan penerapan biosecurity tak hanya diterapkan kepada hewan dan lingkungan tetapi juga kepada para peternak. Ia mengatakan peternak harus menjaga kebersihan saat mengurus hewan ternak.

“Peternak harus mandi setiap kali menangani hewan ternak sehingga [virus] tidak menyebar ke mana-mana,” ucapnya.

----

Berita ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Penyakit Mulut dan Kuku Serang Sapi di Boyolali, Kenali Ciri-Cirinya"

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi ternak pmk

Sumber : JIBI/Solopos.com

Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top