Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bahan Bakar Gas (BBG) Naik, Transisi Energi Bisa Terganggu?

Pemerintah menaikkan harga bahan bakar gas (BBG) untuk sektor transportasi menjadi Rp4.500 per lsp yang berlaku mulai 1 Mei 2022.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  15:12 WIB
Kendaraan berbahan bakar gas mengantri di SPBG Mampang, Jakarta (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman
Kendaraan berbahan bakar gas mengantri di SPBG Mampang, Jakarta (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian ESDM menaikkan harga jual bahan bakar gas (BBG) untuk sektor transportasi sebesar Rp1.400 mulai 1 Mei 2022 yaitu dari sebelumnya Rp3.100 per liter setara premium (lsp) menjadi Rp4.500 per lsp.

Kenaikan harga BBG itu berdasarkan Keputusan Menteri atau Kepmen ESDM Nomor 82 Tahun 2022 tentang Harga Jual Bahan Bakar Gas yang digunakan untuk Transportasi.

Bahan bakar gas yang disesuaikan menurut Kepmen tersebut adalah Compressed Natural Gas (CNG) yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor untuk transportasi jalan.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menyatakan, kenaikan harga BBG untuk transportasi ini tidak akan menganggu proses transisi energi.

“Harga BBG masih lebih murah jika dibandingkan dengan harga BBM. Jadi seharusnya tidak masalah. Saat ini juga populasi kendaraan menggunakan BBG masih belum cukup besar,” kata Mamit kepada Bisnis, Selasa (10/05/2022).

Menurut Mamit, proses transisi energi akan terhambat ketika terjadi kenaikan harga gas alam secara signifikan.

“Proses transisi energi akan terganggu jika harga gas alam akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga industri akan beralih ke energi fosil kembali,” ujarnya.

Kendati harga BBG untuk transportasi mengalami kenaikan, Mamit optimis peningkatan konsumsi bahan bakar jenis ini masih bisa ditingkatkan asalkan pemerintah bisa terus mensosialisasikan manfaat dari penggunaan BBG ini.

“Dari harga yang lebih murah jika dibandingan BBM hingga lebih ramah lingkungan,” kata Mamit.

Selain itu, lanjut Mamit, pemerintah juga perlu mendukung dengan memberikan insentif untuk konversi menggunakan converter kit

“Insentif untuk converter kit harus ada karena harganya mahal,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kementerian ESDM menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2932 K/12/MEM/2010 tentang Harga Jual Bahan Bakar Gas yang Digunakan Untuk Transportasi di Wilayah Jakarta. Berdasarkan beleid tersebut, harga jual BBG dinilai sudah tak sesuai dengan kondisi saat ini sehingga perlu disesuaikan.

“Harga jual bahan bakar gas yang digunakan untuk transportasi pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebesar Rp4.500 untuk tiap satu liter setara premium (lsp) termasuk pajak-pajak,” terang Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam beleid tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahan bakar gas bbg kementerian esdm Transisi energi
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top