Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Efek Minyak Goreng dan Pertamax, BPS Catat Inflasi April 2021 Meroket 3,47 Persen

BPS inflasi tahunannya pada April 2022 mencapai 3,47 persen (year-on-year/yoy) akibat kenaikan harga minyak goreng dan bensin, yakni Pertamax.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 09 Mei 2022  |  11:51 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono  - BPS
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono - BPS

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2022 mengalami inflasi sebesar 0,95 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Inflasi ini tertinggi sejak Januari 2017 yang saat itu mengalami inflasi 0,97 persen. Laju inflasi bulanan ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,66 persen (mtm).

Sementara itu, inflasi tahunannya pada April 2022 mencapai 3,47 persen (year-on-year/yoy) dan secara tahun kalender sebesar 2,15 persen (year-to-date/ytd).

Adapun, secara tahunan, angka inflasi ini tertinggi sejak Agustus 2019 dimana inflasi mencapai 3,49 persen.

"Penyumbang inflasi utama minyak goreng, bensin, daging ayam ras, tarif angkutan udara," ujar Kepala BPS Margo Yuwono, Senin (9/5/2022).

Dari 90 kota yang dipantau BPS, semua kota mengalami inflasi pada April 2022.

Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,58 persen mtm, sedangkan inflasi terendah di Gunung Sitoli sebesar 0,22 persen mtm.

Penyumbang terbesar inflasi Maret 2022 berdasarkan kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang andilnya 0,46 persen dan transportasi dengan andil 0,26 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi BPS pertamax Mudik Lebaran Ramadan
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top