Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelanggan Turun Drastis, Netflix Putar Otak. Opsi Iklan hingga Larangan Sharing Password Muncul

Jumlah pelanggan Netlix tercatat menurun hingga 200.000 pelanggan pada kuartal pertama tahun ini. Pelarangan penggunaan akun bersama serta pemasangan iklan menjadi beberapa langkah yang akan dilakukan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 03 Mei 2022  |  10:37 WIB
CEO Netflix Reed Hastings. - Forbes
CEO Netflix Reed Hastings. - Forbes

Bisnis.com, JAKARTA – Netflix telah menyiapkan sejumlah strategi guna mengantisipasi penurunan jumlah pelanggan sepanjang kuartal I/2022 lalu. Pelarangan penggunaan akun bersama serta pemasangan iklan menjadi beberapa langkah yang akan dilakukan.

Dikutip dari PBS pada Selasa (3/5/2022), jumlah pelanggan Netlix tercatat menurun hingga 200.000 pelanggan pada kuartal pertama tahun ini. Angka ini sangat jauh dari target konservatif perusahaan yang menginginkan pertumbuhan hingga 2,5 juta pelanggan.

Netflix untuk pertama kalinya mencatatkan penurunan pelanggan sejak layanannya tersedia di seluruh dunia kecuali China sejak 6 tahun lalu. Pada 2011 lalu, Betflix sempat kehilangan 800.000 pelanggan akibat rencananya memberlakukan pembayaran terpisah untuk layanan streamingnya, yang kala itu masih digabungkan dengan layanan pengiriman DVD via pos.

Penurunan ini dipicu oleh keputusan Netflix yang keluar dari Rusia sebagai bentuk protes terhadap perang melawan Ukraina. Akibat langkah tersebut, Netflix kehilangan sekitar 700.000 pelanggan.

Perusahaan juga memprediksi tren negatif ini masih akan berlanjut. Netflix memperkirakan penurunan jumlah pelanggan hingga 2 juta orang selama kuartal II/2022.

Tren ini juga membuat Netflix mencatatkan penurunan pertumbuhan jumlah pelanggan selama 4 dari 5 kuartal terakhir. Hal ini juga dipicu oleh persaingan yang semakin ketat dengan layanan streaming lainnya seperti Apple dan Walt Disney.

Sepanjang 2021 lalu, Netflix mencatatkan penambahan 18,2 juta pelanggan, atau pertumbuhan tahunan terendah sejak 2016 lalu. Sementara itu, sepanjang 2020, netflix berhasil menambah 36 juta pelanggan seiring dengan pembatasan mobilitas msyarakat akibat pandemi virus Corona.

Seiring dengan hal tersebut, Netflix telah menyiapkan beberapa langkah baru, seperti melarang penggunaan akun bersama dan pemasangan iklan.

CEO Netflix Reed Hastings mengatakan, terdapat 30 juta rumah tangga di AS dan Kanada yang menggunakan password bersama.

Sementara itu, di seluruh dunia jumlah rumah tangga yang menggunakan password bersama mencapai lebih dari 100 juta rumah tangga.

Hastings mengatakan, layanan ini akan diujicoba di wilayah Chile, Peru, dan Kosta Rika dengan memperbolehkan pengguna menambah 2 orang yang dapat menggunakan 1 akun dengan biaya tambahan.

Hingga akhir kuartal I/2022, Netflix tercatat memiliki 221,6 juta pelanggan di seluruh dunia. Laba perusahaan tercatat turun 6 persen dibandingkan tahun lalu menjadi US$1,6 miliar, sementara pendapatan naik sekitar 10 persen menjadi US$7,9 miliar.

Kondisi yang dialami Netflix memukul pergerakan sahamnya di pasar modal. Jika penurunan saham berlanjut ke sesi perdagangan reguler hari Rabu (4/5/2022), saham Netflix diperkirakan akan kehilangan lebih dari setengah nilainya sepanjang tahun ini. 

Penurunan saham Netflix ini akan menghapus keuntungan hingga US$150 miliar kekayaan yang dikumpulkan pemegang saham dalam waktu kurang dari empat bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Netflix
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top