Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Penumpang Bus Mudik Lebaran 2022 Meningkat, Tapi...

Volume belum sepenuhnya kembali ke level prapandemi. Lorena mengungkapkan permintaan masyarakat terhadap tiket bus penumpang pada angkutan Lebaran 2022 belum setinggi 2019.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 29 April 2022  |  03:15 WIB
Jumlah Penumpang Bus Mudik Lebaran 2022 Meningkat, Tapi...
Ilustrasi - Terminal Pulo Gebang, Jakarta. - Bisnis/youtube
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah peminat transportasi bus untuk angkutan mudik Lebaran 2022 tercatat belum sepenuhnya kembali ke level prapandemi.

Managing Director Lorena dan Karina Transport Dwi Ryanta Soerbakti menyebut permintaan masyarakat terhadap tiket bus penumpang pada angkutan Lebaran 2022 belum setinggi 2019. Perusahaan bus tersebut sudah membuka penjualan tiket angkutan Lebaran sejak April 2022.

Pada Maret 2022, pemerintah mengumumkan bahwa mudik akhirnya diperbolehkan setelah dua tahun sebelumnya tidak dilarang karena alasan pandemi.

Kendati pintu kesempatan untuk pemulihan perusahaan telah dibuka, Dwi menilai bahwa masih terdapat berbagai faktor penghambat. Pertama, banyak masyarakat yang masih belum nyaman bepergian dengan angkutan umum karena perkembangan Covid-19.

"Hal tersebut membuat kami tidak menaikkan harga tiket Lebaran setinggi biasanya karena kami paham daya beli masyarakat belum pulih," tutur Dwi, Kamis (28/4/2022).

Kedua, kondisi keuangan masyarakat yang belum pulih akibat pandemi Covid-19 sehingga beberapa masih menahan diri untuk melakukan perjalanan mudik.

Untuk itu, Lorena tidak mengoperasikan 100 persen armadanya pada angkutan Lebaran 2022, melainkan hanya 80 persen saja.

"Kami tidak berani prediksi akan bisa beroperasi 100 persen seperti angkutan lebaran sebelum pandemi," ujarnya.

Secara pendapatan, tentu angkutan Lebaran diharapkan menjadi "kesempatan emas" untuk membantu pemulihan keuangan perseroan. Dwi berharap setidaknya angkutan Lebaran 2022 bisa lebih baik dari 2020 dan 2021, meskipun belum bisa normal sepenuhnya.

Dwi menyebut angkutan Lebaran 2022 diharapkan bisa setidaknya mencapai 60-70 persen dari pendapatan prapandemi. Perusahaan mencatat biasanya penjualan tiket angkutan Lebaran pada saat kondisi normal bisa mencapai 175.000 tiket.

Untuk tahun ini, Lorena hanya bisa berharap penjualan sekitar 125.000 tiket dan saat ini sudah terjual sekitar 70.000 atau baru 56 persen.

"Setelah 2 tahun merugi, kami berharap angkutan lebaran ini bisa meringankan beban di tahun 2022 dan bisa membayar sebagian dari kerugian selama 2 tahun terakhir," ucapnya.

Hal yang mirip juga dialami oleh perusahaan pelat merah DAMRI.

Plt. Corporate Secretary DAMRI Siti Inda Suri mengatakan saat ini penjualan tiket untuk angkutan mudik Lebaran sudah mencapai 70.000 tiket.

"Sampai dengan hari ini jumlah tiket yang terjual sebanyak kurang lebih 70.000 tiket dengan rute favorit menuju Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Siti kepada Bisnis, Kamis (28/4/2022).

Sebagai perbandingan, DAMRI memprediksi terdapat 200.000 orang yang akan menggunakan jasa DAMRI di luar pelanggan reguler, untuk mudik Lebaran.

Kendati belum sepenuhnya bergeliat, volume pemudik yang memadati sejumlah terminal bus memperlihatkan adanya peningkatan setidaknya jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Contohnya, volume penumpang bus yang berangkat dari Terminal Bus Kalideres, Jakarta, naik sejak akhir pekan lalu. Pergerakan pemudik semakin meningkat mendekati atau H-5 Idulfitri.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kenaikan volume penumpang sebelum puncak arus mudik dinilai juga sebagai kepatuhan masyarakat untuk mengikuti anjuran mudik lebih awal.

"Sekarang rata-rata di atas 1.000 yang biasanya hanya ratusan penumpang. Kami apresiasi masyarakat yang sudah mengikuti anjuran pemerintah untuk mudik lebih awal," jelas Budi saat memantau pelaksanaan mudik di Kalideres, Rabu (27/4/2022).

Animo masyarakat untuk mudik yang sangat tinggi mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai persiapan. Budi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan ramp check untuk memastikan kelaikan bus, serta memastikan kesehatan supir.

Pada kesempatan yang sama, Ditlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan siap menjamin keamanan para pemudik baik ketika menunggu di dalam terminal maupun selama dalam perjalanan.  

"Kami akan menjamin keamanan dari para pemudik baik ketika menunggu di terminal maupun selama dalam perjalanan sampai ke tempat tujuan," tutur Sambodo.  

Sejak Rabu pagi (27/4/2022), Sambodo menyebut sudah terjadi peningkatan kepadatan arus lalu lintas termasuk di ruas tol dan jalur arteri. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan anjuran pemerintah agar masyarakat dapat mudik sebelum tanggal 28-30 April 2022.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut pihaknya telah mengoperasikan sebanyak tujuh terminal bus meliputi Terminal Bus Kalideres, Tanjung Priok, Pulogebang, Kampung Rambutan, Lebak Bulus, Grogol, dan Terminal Bus Angke selama masa Angkutan Lebaran tahun ini.

Tidak hanya fasilitas naik-turun penumpang, Syafrin menyebut pihaknya telah mempersiapkan fasilitas kesehatan terutama untuk memfasilitasi caloin penumpang yang belum memperoleh vaksin dosis pertama, kedua, maupun vaksin booster sebagai salah satu syarat perjalanan.

Adapun, pemerintah memprediksi terdapat 85,5 juta orang yang akan berangkat mudik tahun ini. Sebanyak 47 persen di antaranya berencana menggunakan transportasi darat yang meliputi bus, mobil pribadi, dan sepeda motor. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

damri bus Mudik Lebaran arus mudik bus akap
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top