Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengguna Facebook Ternyata Bisa Naik! Meski Gen Z Ramai di TikTok

Facebook menambahkan 31 juta pengguna aktif harian baru pada kuartal terakhir. Namun, tantangan Meta sebenarnya tetap ada.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 28 April 2022  |  07:10 WIB
Pengguna Facebook Ternyata Bisa Naik! Meski Gen Z Ramai di TikTok
Mark Zuckerberg, pendiri Meta Platforms Inc. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Facebook ternyata berhasil menambah jumlah pengguna melebihi proyeksi pada kuartal I/2022. Hal ini sekaligus menepis kekhawatiran bahwa perusahaan kehilangan momentum karena generasi baru berbondong-bondong ke media sosial baru seperti TikTok.

Mengutip Bloomberg, Kamis (28/4/2022), saham induk Facebook Meta Platforms Inc. melonjak lebih dari 19 persen pada perdagangan yang diperpanjang, Rabu (27/4/2022) waktu New York setelah perusahaan melaporkan total pengguna harian sebanyak 1,96 miliar untuk platform andalannya.

Pengguna harian Facebook per kuartal I/2022 tersebut menandakan kembalinya pertumbuhan perusahaan setelah sempat mengalami penurunan pertama kalinya pada kuartal IV/2021.

Menurut manajemen Meta, pendapatan perusahaan juga melonjak 6,6 persen menjadi US$27,9 miliar pada kuartal I/2022, dan bisa lebih tinggi jika bukan karena perang di Ukraina.

Saham Meta telah turun hampir 50 persen pada tahun ini karena investor menjadi semakin khawatir bahwa bisnis utama dan mesin keuntungan Meta, yakni iklan, kehilangan tenaga.

Kekhawatiran itu tampaknya telah dihentikan, setidaknya untuk saat ini, mengingat Facebook menambahkan 31 juta pengguna aktif harian baru pada kuartal terakhir. Namun, tantangan Meta sebenarnya tetap ada.

Chief Executive Officer Mark Zuckerberg telah mengakui bahwa aplikasi berbagi video TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance Ltd. China, memberikan persaingan serius untuk mendapatkan perhatian pengguna muda.

Pada saat yang sama, perubahan aturan pengumpulan data pada iPhone Apple Inc. telah menghambat kemampuan Meta untuk menayangkan iklan yang ditargetkan kepada pengguna.

Pada kuartal terakhir, eksekutif Meta mengatakan perubahan privasi akan mengurangi penjualan 2022 perusahaan sebesar US$10 miliar. Pengiklan juga telah menghabiskan lebih sedikit karena masalah dengan rantai pasokan, inflasi dan perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

Perlambatan yang berkepanjangan akan mempersulit perusahaan untuk membangun visi metaverse yang cenderung mahal dan didorong oleh konsep realitas virtual Zuckerberg, sebuah bisnis yang dinilai tidak akan menghasilkan keuntungan selama bertahun-tahun.

Pada analis meeting, Zuckerberg menegaskan kembali bahwa akan bertahun-tahun sebelum unit Meta yakni Reality Labs, yang membangun teknologi AR dan VR, akan memberikan kontribusi yang berarti bagi bisnisnya.

Sementara itu, perusahaan telah mengatakan menghabiskan miliaran dan mempekerjakan ribuan pekerja untuk mengembangkan platform, yang dilihat Zuckerberg sebagai perubahan komputasi besar berikutnya, menjadi lingkungan digital yang sepenuhnya imersif. Nantinya pengguna akan berinteraksi secara virtual saat mereka bekerja, berbelanja, dan bermain game.

Saham Meta yang berbasis di Menlo Park, California naik setinggi US$210,14 dalam perdagangan yang diperpanjang, setelah laporan keuangan dirilis. Padahal saham Meta telah tergelincir 3,3 persen menjadi US$174,95 pada penutupan Rabu di New York.

Laba bersih Meta pada kuartal I/2022 adalah $7,47 miliar, atau US$2,72 per saham. Analis memperkirakan pendapatan US$2,56 per saham. Penjualan pada periode saat ini akan menjadi US$28 miliar hingga US$30 miliar, dibandingkan dengan perkiraan rata-rata US$30,7 miliar yang diproyeksikan oleh para analis. Sekali lagi, perusahaan menunjuk perang yang sedang berlangsung di Ukraina sebagai faktor.

"Prospek ini mencerminkan kelanjutan dari tren yang berdampak pada pertumbuhan pendapatan pada kuartal pertama, termasuk melemahnya paruh pertama kuartal pertama yang bertepatan dengan perang di Ukraina," kata perusahaan itu dalam pernyataannya.

Meta mengatakan bahwa mengingat prospek pendapatan, pihaknya memangkas keseluruhan rencana pengeluaran untuk tahun ini, menjadi US$87 miliar hingga US$92 miliar dari target sebelumnya sebanyak US$95 miliar.

Selama analis meeting, Zuckerberg mengatakan Meta berencana untuk meluncurkan headset realitas virtual baru, dengan nama kode Project Cambria, akhir tahun ini. Headset tersebut dimaksudkan untuk digunakan untuk keperluan kerja sebagai pengganti laptop.

Sementara itu, Chief Operating Officer Sheryl Sandberg mengatakan bahwa menghasilkan uang yang signifikan dari Reels akan menjadi "perjalanan multi-tahun" yang serupa dengan upaya perusahaan untuk menghasilkan uang dari Stories yang menghilang.

Reels sudah menghabiskan lebih dari 20 persen waktu yang dihabiskan orang di Instagram, kata Zuckerberg. Perusahaan tidak memberikan metrik untuk total waktu yang dihabiskan di Instagram atau di aplikasi lain, yang mencakup WhatsApp dan Messenger.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook Mark Zuckerberg metaverse

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top