Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Paten! VW, Britishvolt, dan BASF Gabung Investasi Baterai Listrik di Indonesia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut sejumlah nama yang sudah resmi akan berinvestasi di sektor tersebut, diantaranya BASF, VW, Britishvolt.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 April 2022  |  12:34 WIB
Volkswagen. - Antara/Reuters
Volkswagen. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Usai masuknya Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL) untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia, sejumlah perusahaan global tak mau ketinggalan.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut sejumlah nama yang sudah resmi akan berinvestasi di sektor tersebut, diantaranya BASF, VW, Britishvolt.

"Terakhir sudah positif BASF masuk, VW sudah positif masuk. Jadi sekarang yang masuk itu, LG, CATL, BASF, VW, Bristishvolt dari Inggris," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/4/2022).

Namun demikian, belum terkonfirmasi berapa besar nilai komitmen yang telah disepakati dan sampai mana proses kesepakatannya.

Belakangan viral pertemuan antara rombongan Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dengan Bos Tesla Elon Musk yang juga dalam rangka menarik investasi ke baterai listrik.

Bahlil mengatakan dengan hadirnya sejumlah pemain besar di Indonesia, akan menjadi kerugian bagi Tesla jika tak bergabung. Sebab Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berupa cadangan nikel ore terbesar di dunia hingga 25 persen. Adapun, proses maju-mundur Tesla untuk menanamkan investasinya di Indonesia dinilai sesuatu yang biasa dalam negosiasi bisnis.

"Jadi kalau Tesla tidak masuk, Amerika akan disuplai oleh Eropa dan UK. Secara geo ekonomi, ini sesuatu yang menarik untuk dikembangkan," katanya.

Pada perkembangan terbaru diketahui, perusahaan asal China, CATL menggandeng PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) untuk mengembangkan proyek baterai kendaraan listrik di Indonesia dengan nilai investasi nyaris US$6 miliar atau sekitar Rp 86,1 triliun. Kerja sama tersebut terjalin melalui cucu usaha CATL yakni Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co., Ltd. (CBL).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik vw basf bahlil lahadalia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top