Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Gelar Sayembara dengan Total Hadiah Rp770 Juta, Ini Syaratnya

Semua proyek terpilih akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp145 juta (US$10.000).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 26 April 2022  |  03:01 WIB
BI Gelar Sayembara dengan Total Hadiah Rp770 Juta, Ini Syaratnya
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) dan Bank for International Settlements (BIS) Innovation Hub mengadakan kompetisi internasional, G20 Techsprint Initiative 2022, untuk memecahkan tantangan dan memberikan solusi atas pengimplementasian central bank digital currencies (CBDCs).

Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya di bawah Presidensi G20 Indonesia mengangkat tema terkait central bank digital currencies (CBDCs).

BI menetapkan hadiah sebesar Rp770 juta (US$53.000) untuk pemenang untuk setiap kategori (problem statement).

Sementara itu, semua proyek terpilih akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp145 juta (US$10.000).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan, G20 Techsprint Initiative 2022 merupakan ajang kompetisi internasional untuk menggali inovasi dalam rangka mengembangkan solusi mutakhir berbasis teknologi yang berkesinambungan dan terbuka untuk diikuti oleh peserta dari berbagai komunitas di seluruh dunia.

“Melalui G20 TechSprint 2022, kami bermaksud mendorong dan mengajak komunitas tingkat internasional untuk menyampaikan solusi yang paling praktis dalam merancang dan mengimplementasikan CBDC,” katanya, Senin (25/4/2022).

Tentunya, kompetisi ini terbuka untuk umum. Individu/komunitas dapat berpartisipasi dengan mengunjungi laman www.G20TechSprint.id, untuk mengakses menu pendaftaran, pembuatan prototipe, dan penjurian proposal secara online.

Penyampaian proposal kompetisi dilakukan selambatnya tanggal 22 Mei 2022.

BI dan BIS menetapkan tiga pokok tantangan (problem statement) pada setiap kategori Techsprint. Pertama, yaitu membangun sarana yang efektif dan kuat dalam menerbitkan, mendistribusikan dan mentransfer CBDC.

Terdapat kebutuhan untuk mengoptimalkan berbagai proses. Kemampuan baru, seperti programabilitas uang, turut mendukung tersedianya layanan inovatif kepada pengguna.

Kedua, mendukung inklusi keuangan. CBDC juga menawarkan kesempatan untuk memperdalam inklusi keuangan serta untuk mengatasi hambatan yang dihadapi oleh masyarakat yang belum memiliki rekening bank dan tidak terjangkau oleh bank.

Ketiga, meningkatkan interoperabilitas. CBDC dapat membantu meningkatkan dan mengaktifkan koneksi serta keterkaitan dalam sistem pembayaran, meningkatkan konektivitas dan interoperabilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia G20 Indonesia
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top