Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tidak Alami Kenaikan Harga Tiket, Alat Transportasi Bus Masih Jarang Dilirik Pemudik

Moda transportasi menjadi salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan oleh pemudik, dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 20 April 2022  |  00:53 WIB
Suasana di PO Garuda Mas, Pulogadung, Jakarta Timur - Szalma Fatimarahma
Suasana di PO Garuda Mas, Pulogadung, Jakarta Timur - Szalma Fatimarahma

Bisnis.com, JAKARTA – Moda transportasi menjadi salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan oleh pemudik, dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri. Untuk jalur darat, bus merupakan salah pilihan yang disediakan oleh berbagai Perusahaan Otobus (PO). Meskipun begitu, kendaraan tersebut masih belum kembali diminati oleh pemudik.  

Selasa, 19 April 2022, Bisnis berkesempatan untuk mendatangi salah satu PO yang berada di area Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, yaitu PO Garuda Mas. Pada kesempatan tersebut, Bisnis dipertemukan dengan Kepala Human Resources Development (HRD) PO Garuda Mas, Jakarta, Guruh Sutejo.

Guruh menyebutkan meski harga tiket bus di perusahaan tempatnya bekerja tidak mengalami kenaikan harga, jumlah penumpang diperkiraan hanya akan mengalami lonjakan pada 27 April - 1 Mei 2022.  Berdasarkan data yang dimilikinya, Guruh mengatakan jumlah kursi penumpang akan terisi hingga mencapai 60% dari total 1.200 kursi yang disediakan.

“Kalau mau dibilang kembali normal memang belum, masih agak tergolong sepi. Namun ada kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya Selasa (19/4/22).

Hingga hari ke 17 Ramadan, PO Garuda Mas juga belum memiliki rencana untuk melakukan penambahan jumlah armada yang akan dioperasikannya. Menurut Guruh, penambahan armada baru akan dilakukan jika seluruh tiket yang disediakan oleh PO Garuda Mas telah 100% terjual habis.

“Untuk saat ini belum ada rencana penambahan jumlah bus yang diberangkatkan perharinya. Kami akan terus melakukan pemantauan mengenai  jumlah tiket yang terjual, jika memang diperlukan baru akan kami tambahkan. Mudah-mudahan ya segera membaik.”

Menurut Guruh, rendahnya daya beli masyarakat terhadap tiket bus juga disebabkan oleh banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi sejak virus Covid-19 menyerang Indonesia. Ia harus mengakui bahwa target penjualan dari PO Garuda Mas ialah masyarakat menengah kebawah yang tentunya menjadi salah satu pihak paling terdampak dari keberlangsungan pandemi itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran bus akap terminal bus
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top