Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kapal Tanker Pertamina Dicegat Greenpeace di Denmark, Pemerintah Indonesia Belum Ambil Sikap

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah belum menyatakan sikap resmi terkait dengan tindakan Greenpeace atas kapal Pertamian di perairan Denmark.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 05 April 2022  |  16:28 WIB
Kapal Tanker Pertamina Dicegat Greenpeace di Denmark, Pemerintah Indonesia Belum Ambil Sikap
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat pembukaan pembukaan perdagangan Bursa di BEI, Jakarta, Senin (3/1 - 2021). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kapal Pertamina Prime milik PT Pertamina International Shipping (PIS) sempat dicegat aktivis Greenpeace di lepas pantai Denmark, Kamis pekan lalu.

Kemudian, para aktivis Greenpeace melukis "Perang Bahan Bakar Minyak" di lambung kapal bernama Pertamina Prime tersebut.

Terkait aksi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah belum menyatakan sikap resmi dan masih menunggu perkembangan selanjutntya.

"Jadi kalau yang itu [pecegatan Pertamina Prime] belum ada posisi resmi dari pemerintah. Kita masih menunggu, melihat, dan memonitor," katanya kepada awak media, Selasa (5/4/2022).

Diberitakan sebelumnya, Greenpeace mengorganisir aksi untuk menyerukan larangan impor bahan bakar fosil dari Rusia, menyusul invasi ke Ukraina.

"Pada pukul 11:00 [09.00 GMT], para aktivis mulai memblokade supertanker Pertamina Prime, mencegah kapal lain Seaoath mendekatinya dan memblokir pengiriman minyak," kata juru bicara Greenpeace Emma Oehlenschlager dikutip dari French 24.

Namun, French 24 menuliskan bahwa kedua kapal itu milik Rusia. Sekitar 100.000 ton minyak mentah akan ditransfer antara kedua kapal.

Dalam dua minggu terakhir, Greenpeace cabang Denmark telah melakukan beberapa tindakan terhadap kapal-kapal Rusia yang melakukan transfer minyak. Tindakan kali ini adalah blokade pertama yang berhasil.

"Baru kali ini kami berhasil menghentikan pengiriman. Dalam kasus lain, kapal tanker dialihkan atau dipercepat", kata Oehlenschlager.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina greenpeace airlangga hartarto
Editor : Hadijah Alaydrus

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top