Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krakatau Steel (KRAS) Kembangkan Baja Hilir, Persaingan Pasar Makin Sengit?

KRAS tengah melakukan pengembangan KRASHome, bangunan hunian berbahan dasar konstruksi baja modern yang dikerjasamakan dengan produsen baja ringan PT Tata Metal Lestari.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  13:20 WIB
Pagar pengaman atau guard rail, salah satu produk penghiliran baja dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS).
Pagar pengaman atau guard rail, salah satu produk penghiliran baja dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS).

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen baja pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mulai fokus pada pengembangan produk hilir melalui salah satu subholdingnya, PT Krakatau Baja Konstruksi.

Hal tersebut salah satunya diwujudkan dengan pengembangan KRASHome, bangunan hunian berbahan dasar konstruksi baja modern yang dikerjasamakan dengan produsen baja ringan PT Tata Metal Lestari.

Dalam hal ini, Krakatau Steel sebagai penyuplai bahan baku Tata Metal juga ikut merancang produk tersebut melalui proses riset dan pengembangan.

Direktur Pengembangan Usaha Krakatau Steel Purwono Widodo mengatakan sebagai pelaku industri baja hulu dan antara, langkah ini terbilang sebuah terobosan, meski bisa dipandang sebagai munculnya pesaing baru oleh pelaku industri hilir.

Namun demikian, dia mengklaim bahwa masuknya KRAS ke sektor baru ini bertujuan mengembangkan industri hilir. Selain itu juga sebagai edukasi pasar terhadap produk-produk baja hilir dengan kualitas premium.

"KS ini kan BUMN dan Tbk. Tidak mungkin kami akan bersaing. Terbukti waktu kami fokus di baja hulu dan antara, mereka [pelaku industri baja] berkembang semua bersama kami," kata Purwono usai penandatanganan kerja sama dengan Tatametal di Cikarang, Kamis (31/3/2022).

Sejak tahun lalu Krakatau Steel diketahui telah membangun dua subholding. Selain Krakatau Baja Konstruksi juga PT Krakatau Sarana Infrastruktur yang menangani bisnis di luar baja seperti kawasan industri, pelabuhan, power plant, dan lain-lain.

Sementara itu, yang saat ini masih dalam pembentukan yakni subholding di sektor baja industri.

Purwono menjelaskan di industri hilir khususnya baja ringan, banyak beredar produk berkualitas rendah tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan masuknya KRAS ke industri hilir, diharapkan menambah referensi produk berkualitas meski harganya di atas rata-rata.

"Bukan semata-mata untuk bisnis semata, tetapi utamanya mengedukasi pasar mengenai baja ringan yang sesuai SNI," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri baja industri baja kras
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top