Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Hotel Pertama di Rest Area Dibuka, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Hotel Kedaton 8 Xpress yang dilengkapi dengan 12 unit kamar dan 2 ruang rapat. Hotel yang dikelola oleh PT Puri Sentul Permai Tbk. hadir dengan konsep berbeda dari hotel pada umumnya.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  18:18 WIB
Hotel Pertama di Rest Area Dibuka, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
Penyekatan di jalan Tol Jakarta-Cikampek. - Antara/Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, BEKASI - Untuk pertama kalinya, tempat istirahat pelayanan (TIP) jalan tol atau rest area di Tanah Air menghadirkan fasilitas hotel. Rest area yang dimaksud adalah Rest Area KM 19 yang belokasi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 19 arah Cikampek.

Hotel yang dimaksud adalah Kedaton 8 Xpress yang dilengkapi dengan 12 unit kamar dan 2 ruang rapat. Hotel yang dikelola oleh PT Puri Sentul Permai Tbk. hadir dengan konsep berbeda dari hotel pada umumnya.

Hotel tersebut menawarkan kamar dan ruang rapat yang bisa disewa dalam waktu singkat, tiga hingga enam jam. Adapun, untuk tarif sewanya baik kamar maupun ruang rapat Rp300.000 per tiga jam.

Kehadiran hotel di rest area merupakan respon dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 28/2021 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan pada Jalan Tol. Peraturan tersebut mengizinkan hadirnya penginapan atau hotel di rest area jalan tol, melengkapi fasilitas lainnya seperti restoran atau rumah makan, toilet, tempat ibadah, dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Lantas, bagaimana sebenarnya prospek bisnis hotel di rest area jalan tol? Mengingat sifatnya yang tak lebih dari sekadar tempat istirahat sejenak dalam perjalanan menuju tempat tertentu, termasuk destinasi wisata.

Corporate Secretary Puri Sentul Permai Aan Rohana menyebut bisnis hotel di rest area terbilang potensial setelah jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatra tersambung. Sebab, masyarakat yang bepergian jarak jauh menggunakan kendaraan pribadi menjadi lebih banyak dari sebelumnya.

"Potensial, karena ke depannya rest area ini tidak hanya untuk istirahat saja. Dikembangkan juga fasilitas lainnya, termasuk destinasi wisata dan fasilitas belanja. Masyarakat yang bepergian menggunakan kendaraan pribadi atau road trip juga makin banyak," katanya saat ditemui di sela-sela peresmian Kedaton 8 Xpress di Rest Area KM 19, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (31/3/2022).

Keputusan Puri Sentul Permai menghadirkan hotel di rest area untuk pertama kalinya juga bukan tanpa alasan. Aan menyebut pihaknya ingin membangun brand image atau citra yang kuat sebagai spesialis hotel transit di rest area.

Dengan citra yang kuat, tentu saja perusahaan dapat dengan mudah melakukan ekspansi. Menurut Aan, selain Kedaton 8 Xpress sebagai proyek percobaan (pilot project) hotel di rest area, pihaknya tahun ini akan mengembangkan hotel serupa di dua rest area, yakni di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan ruas Tol Semarang-Salatiga.

\"Rencananya tahun ini akan bertambah lagi di dua titik, di Tol Cipali dan di Bawen, [ruas] Tol Semarang-Salatiga. Untuk yang di Bawen ini pengelola rest area-nya sama dengan pengelola Rest Area KM19,\" tuturnya.

Aan juga menyebut pihaknya juga sudah menjajaki kerjasama dengan sejumlah pengelola rest area di beberapa ruas tol. Adapun, untuk Rest Area KM 19 dipilih lantaran lokasinya terbilang strategis dan trafik pengunjungnya tinggi, mencapai 10 ribu kendaraan per harinya.

"Lokasinya juga belum jauh dengan kantor pusat kita, jadi mempermudah pengawasan juga. Pilot project butuh pengawasan lebih. Kemudian kalau dari Jakarta, [rest area] KM 19 ini memang bukan jadi tempat istirahat pilihan. Tetapi buat pengemudi dari Sumatra, dari Lampung lokasi ini jadi titik lelahnya," ujarnya.

Terkait dengan target pasarnya, Aan mengaku pihaknya tak menyasar segmen khusus. Dia menyebut pihaknya siap melayani pengunjung dari segmen manapun yang tentu saja adalah pengguna jalan tol, tak terkecuali pengemudi angkutan barang yang butuh tempat istirahat layak.

\"Market-nya tidak ada yang khusus, semua pengguna jalan tol intinya. Kami sempat ada rencana mengembangkan hotel kapsul agar lebih terjangkau harganya, tetapi setelah dipertimbangkan kembali, konsep itu tidak cocok untuk di Indonesia. Belum semua masyarakat Indonesia bisa menerimanya, tidur di tempat yang kecil dan sempit. Akhirnya kembali ke konsep seperti ini saja,\" ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT Samudera Adidaya Sentosa (Pengelola Rest Area KM 19) Deasy Pratita menyebut kehadiran hotel di rest area sangatlah dibutuhkan. Terlebih saat ini rest area sudah menjadi destinasi bagi sebagian masyarakat untuk menghabiskan waktunya, alih-alih sebagai tempat istirahat saja.

"Sekarang zaman sudah berubah, rest area sudah jadi tujuan atau meeting point. Hotel ini dibutuhkan di rest area. Walaupun demikian, kami tidak akan bekerjasama dengan pengelola hotel lainnya untuk menjaga hubungan baik kami dengan Puri Sentul Permai atau Kedaton 8 Xpress," katanya.

ANAK USAHA JASA MARGA

Sebelumnya, PT Jasa Marga Tbk. melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Business (JMRB), anak usaha Jasa Marga sudah merencanakan pembangunan hotel di rest area kelolaannya, bekerja sama dengan Omega Hotel Management (OHM), bagian dari Alfaland Group.

Director of Operations PT Omega Hotel Manajemen Aswin Drajat Sukrisna mengatakan saat ini rest area yang berpotensi untuk menghadirkan hotel adalah rest area di Jalan Tol Trans Jawa namun tidak menutup kemungkinan bila nantinya dibutuhkan di Jalan Tol Luar Jawa.

“Kami ingin mengembangkan bisnis perhotelan yang dapat memajukan industri pariwisata Indonesia, yaitu dengan menghadirkan fasilitas akomodasi yang terbaik bagi masyarakat yang menghampiri seluruh rest area yang dikembangkan oleh PT JMRB," ujar Aswin dikutip dari laman resmi Jasa Marga.

Direktur Utama JMRB Cahyo Satrio Prakoso mengatakan, kualitas pelayanan bagi pengguna jalan tol dapat lebih ditingkatkan, karena rest area dapat dikembangkan dengan menambah fasilitas penunjang berupa sentra bisnis lokal atau daerah, area logistik, kawasan industri, hingga destinasi penunjang wisata, termasuk fasilitas inap.

Cahyo memaparkan target utama tentu saja pengguna jalan dengan perjalanan menerus atau jarak jauh, demi keamanan dan keselamatan perjalanan mereka. Selama ini membutuhkan fasilitas inap untuk perjalanan dari Jakarta atau bahkan Merak menuju Semarang atau Surabaya serta sebaliknya, harus keluar jalan tol terlebih dahulu baru menemukan hotel terdekat.

Selain kondisi Jalan Tol Trans Jawa yang panjang dan ramai, 85 persen rest area jalan tol yang dikelola oleh PT JMRB juga terletak di jaringan Jalan Tol Trans Jawa sehingga potensi pengembangan fasilitas inap ini juga semakin terbuka.

Namun tidak menutup kemungkinan bila nantinya dibutuhkan di rest area kami di Jalan Tol Luar Jawa. Jika nantinya Jasa Marga membangun hotel di setiap rest area yang dikelolanya, maka setidaknya ada 27 rest area yang dikelola PT JMRB yang akan terbangun hotel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel tol tol jakarta-cikampek
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top