Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasca Lelang SUN, Kemenkeu: Investor Masih Hati-hati

Kemenkeu mencatat minat investor pada lelang hari ini masih cukup baik, tercermin dari incoming bids Rp41,62 triliun dengan bid to cover ratio 2,44 kali. Meskipun begitu, incoming bids itu tercatat lebih rendah dari pelaksanaan lelang SUN pada Selasa (15/3/2022) yakni Rp49,16 triliun dengan bid to cover ratio 2,85 kali.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  20:55 WIB
Ilustrasi.  - Antara/Wahyu Putro A
Ilustrasi. - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan mencatat bahwa investor masih bersikap hati-hati karena kondisi pasar keuangan global yang masih tidak pasti. Akan tetapi terdapat sinyal positif karena partisipasi investor asing dalam lelang surat utang negara atau SUN telah meningkat.

Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan menjelaskan bahwa pihaknya melaksanakan lelang surat utang pada hari ini, Senin (29/3/2022). Hasilnya, pemerintah memperoleh Rp17,05 triliun dari lelang tujuh seri SUN, dengan total penawaran masuk Rp41,6 triliun.

Deni menjelaskan bahwa preferensi investor dalam lelang tersebut tidak berubah untuk dua seri benchmark obligasi negara dengan tenor 10 dan 20 tahun. Kedua seri itu mencatatkan 52,52 persen dari total incoming bids dan 68,04 persen dari total awarded bids.

Meskipun begitu, Kemenkeu masih melihat adanya kehati-hatian dari investor untuk menempatkan dananya. Hal tersebut tak lepas dari konflik Rusia dan Ukraina yang memengaruhi kondisi ekonomi global.

"Lelang SUN hari ini masih diwarnai sikap kehati-hatian investor atas ketidakpastian pasar keuangan global akibat masih tingginya risiko dari konflik Rusia dan Ukraina yang telah berjalan sekitar satu bulan," ujar Deni pada Selasa (29/3/2022).

Selain konflik di Eropa Timur itu, investor masih melihat ekspektasi kenaikan federal funds rate (FFR) sebesar 50 bps pada Mei 2022 mendatang, seiring dengan tingkat inflasi di Amerika Serikat yang semakin tinggi. Hal tersebut turut memicu kenaikan yield US Treasury yang sempat naik sampai level 2,50 persen untuk tenor 10 tahun—level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Deni menilai bahwa minat investor pada lelang hari ini masih cukup baik, tercermin dari incoming bids Rp41,62 triliun dengan bid to cover ratio 2,44 kali. Meskipun begitu, incoming bids itu tercatat lebih rendah dari pelaksanaan lelang SUN pada Selasa (15/3/2022) yakni Rp49,16 triliun dengan bid to cover ratio 2,85 kali.

Kemenkeu pun mencatat bahwa sinyal positif terhadap penawaran surat utang terlihat dari meningkatnya partisipasi investor asing. Dalam pelaksanaan lelang SUN hari ini, investor asing mencatatkan minat terbesar di tenor 5 dan 10 tahun.

"Incoming bids asing mencapai Rp4,01 triliun atau 9,64 persen dari total incoming bids yang masuk pada lelang hari ini dan dimenangkan sebesar Rp1,32 triliun atau 7,75 persen dari total awarded bids," ujar Deni.

Dia pun menjelaskan bahwa weighted average yield (WAY) SUN benchmark tenor 15 tahun mengalami penurunan sebesar 3 bps dari WAY lelang SUN sebelumnya. Namun, secara umum, WAY lelang SUN hari ini naik 1—5 bps apabila dibandingkan dengan level pasar pada penutupan hari sebelumnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sun Obligasi Pemerintah kementerian keuangan Perang Rusia Ukraina
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top