Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah 'Tertidur' 4 Dekade, Jalur Kereta Api Cibatu-Garut Direaktivasi

Jalur kereta api Cibatu-Garut kembali hadir melayani masyarakat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan jalur kereta api yang sudah tidak beroperasi selama hampir 40 tahun.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  20:46 WIB
Ilustrasi-Kereta Api - KAI
Ilustrasi-Kereta Api - KAI

Bisnis.com, JAKARTA - Jalur kereta api Cibatu-Garut kembali hadir melayani masyarakat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan jalur kereta api yang sudah tidak beroperasi selama hampir 40 tahun tersebut, Kamis (24/3/2022).

Kini, warga Garut dan sekitarnya bisa langsung naik kereta api menuju ke Bandung dan Jakarta. Budi menyebut kembali dibukanya layanan ini setelah empat dekade, disambut oleh antusiasme warga.

“Saking antusiasnya, beberapa warga Garut sampai ikut dalam ujicoba jalur ini. Salah satunya seorang bapak berusia 52 tahun yang mengaku terakhir melihat kereta yang melintas ini saat masih SD. Beliau mengaku sangat menanti dan merindukan kehadiran kereta api di Garut yang menyimpan banyak kenangan,” jelas Budi, dikutip dari siaran pers, Kamis (24/3/2022).

Budi menuturkan bahwa sejumlah warga yang turut ikut dalam ujocoba ada yang rela datang dari sejumlah daerah seperti Purwakarta menuju Garut.

"Saya ikut merinding mendengar betapa antusiasnya warga Garut bahkan yang jauh-jauh datang dari kota lain untuk ikut uji coba. Mereka bilang terkesima dengan indahnya pemandangan di sepanjang jalur Cibatu-Garut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Budi mengucapkan terima kasih kepada Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo.

"Semoga kehadiran pelayanan kereta api ini bisa memberikan nilai tambah bagi daerah Garut dan sekitarnya,” ucapnya.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada Menhub dan jajarannya yang terus memberikan dorongan agar tidak berhenti melayani dan tetap membangun meski di tengah pandemi.

“Di kala penumpangnya hanya sekitar 15 persen akibat pandemi, kita buktikan terus memperbaiki fasilitas yang ada untuk memperkuat logistik dan juga pariwisata,” tuturnya.

Dia berharap agar pemerintah daerah juga turut mendorong kemudahan investasi tersebut. “Karena kadang kami mau hadir tetapi investasi di daerahnya sulit. Kita lihat Pak Bupati Garut bersama warga justru mendorong pembangunan kereta api ini sehingga bisa berjalan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan sangat senang dengan hadirnya kembali pelayanan kereta api di lintas Cibatu-Garut. “Saya atas nama 2,7 juta warga Garut mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Pak Menhub atas reaktivasi rel kereta api yang selama 40 tahun tidak berfungsi. Ini menunjukkan negara hadir untuk mempermudah masyarakat,” katanya.

Rudy berharap dengan hadirnya pelayanan kereta api dari Jakarta langsung ke Garut ini akan semakin mempermudah orang datang ke Garut untuk berwisata atau melakukan kegiatan ekonomi dan sosial.

“Tarifnya sangat murah hanya Rp.45.000, ini berkat adanya subsidi (Public Service Obligation/PSO) dari pemerintah,” ujarnya.

Sebagai informasi, reaktivasi jalur kereta api ini dilakukan untuk mendukung dan menghubungkan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten Garut. Keberadaan jalur ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat Garut dan sekitarnya untuk mulai beralih menggunakan transportasi massal seperti kereta api dalam rangka mensukseskan Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum yang tengah digalakkan pemerintah.

Reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut merupakan bagian dari rencana pengembangan jaringan dan layanan kereta api sebagaimana diatur dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional. Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian (DJKA) menugaskan PT KAI untuk menyelenggarakan prasarana perkeretaapian umum lintas Cibatu – Garut yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 50/2020.

Sejumlah langkah yang telah dilakukan oleh DJKA Kemenhub terkait pengoperasian kembali jalur kereta api ini yakni: melakukan kegiatan safety assessment terhadap prasarana; memberikan subsidi Public Service Obligation (PSO) untuk KA Lokal Cibatu-Garut dengan tarif Rp 6.000,- untuk memberikan tarif yang terjangkau bagi masyarakat; menyiapkan Rute-rute antar kota yang akan melayani jalur ini seperti Garut - Pasar Senen, Garut – Padalarang dan Garut – Purwakarta.

Kemudian, memastikan kesiapan sarana yang dilengkapi dengan Air Conditioner (AC) untuk dioperasikan oleh operator sehingga penumpang akan lebih nyaman, serta pengawasan operasional Stasiun agar tetap terjaga keamanan dan kebersihannya.

Berdasarkan data KAI, total nilai investasi reaktivasi ini sekitar Rp352 miliar, yang mencakup pembangunan kembali jalur sepanjang 19,063 km dari Garut ke Cibatu, serta pembangunan tiga stasiun Stasiun Garut, Wanaraja, dan Pasirjengkol.

PT KAI akan mengoperasikan dua KA pada lintas layanan Garut-Cibatu ini yaitu KA Lokal PSO Garut Cibatuan dan KA Cikuray.

Harga tiket Kereta Api (KA) Cikuray dengan relasi Stasiun Pasar Senen hingga Stasiun Garut mampu ditekan hingga Rp45.000 melalui subsidi PSO. Sementara itu, KA Lokal yang melayani lintas Cibatu-Garut akan mengenakan tarif Rp6.000 melalui subsidi PSO.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai kereta api Kemenhub
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top