Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KKP Minta Pedagang Ikan Bentuk Koperasi untuk Perluas Pemasaran

KKP meminta pedagang ikan membentuk koperasi untuk memperluas pemasaran dan mengakses pembiayaan dalam memajukan usahanya.
Pedagang ikan laut di Pasar Gede, Solo. Senin (11/1)./JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Pedagang ikan laut di Pasar Gede, Solo. Senin (11/1)./JIBI-Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta pedagang ikan membentuk koperasi untuk memperluas pemasaran dan mengakses pembiayaan dalam memajukan usahanya.

Dikutip dari siaran pers, Sabtu (5/3/2022), Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mendorong pedagang ikan di Pasar Ikan Bersih Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat untuk berkoperasi.

Direktur Jenderal PDSPKP Artati Widiarti menyebut, koperasi menjadi salah satu solusi agar para pedagang ikan bisa mengakses pembiayaan dalam memajukan usahanya. Termasuk juga dalam bidang pemasaran, para pedagang akan lebih luwes mengakses pasar jika mereka sudah berbentuk koperasi, seperti melakukan kerja sama dengan ritel dan sebagainya.

"Kita dorong dan dampingi para pedagang ikan di Pasar Ikan Bersih Padakembang untuk berkoperasi," ujarnya di Jakarta, Jumat (4/3/2022).

Senada, Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP Catur Sarwanto menyebut, edukasi terkait pentingnya koperasi salah satunya telah dilakukan pada Selasa, (1/3/2022) di Tasikmalaya. Dalam kesempatan tersebut, para pedagang ikan air tawar diimbau untuk tidak lagi berusaha sendiri-sendiri dalam memasarkan ikan, tetapi membangun ekosistem bisnis dalam bentuk koperasi.

"Kita jelaskan pentingnya koperasi dan manfaatnya, semoga dengan begitu para pedagang ikan di Pasar Ikan Bersih Padakembang yang telah mewadahinya dengan kelompok usaha Gapis Jaya Mekarini bisa meningkat kelembagaannya menjadi koperasi secara sukarela," ujarnya.

Terlaksananya kegiatan tersebut, tambah Catur, merupakan implementasi kerja sama Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM) tentang Pembinaan Usaha Masyarakat dan Koperasi Sektor Kelautan dan Perikanan. Kerja sama tersebut selanjutnya ditindaklanjuti Ditjen PDSPKP dengan perjanjian bersama dengan 4 Deputi Kemenkop dan UKM.

Pemerintah daerah pun menyambut positif usulan tersebut. Terlebih berdasarkan data Kemenkop dan UKM pada 2019 menyebutkan total koperasi di Indonesia sebanyak 13.821 koperasi dan sekitar 14 persen atau 1.959 koperasi merupakan koperasi perikanan yang aktif.

"Di Tasikmalaya belum ada koperasi yang mewadahi aktivitas bisnis sektor kelautan dan perikanan. Semoga nanti lahir yang pertama di Pasar Ikan Bersih Padakembang," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Iwan Ridwan.

Sebagai informasi, Pasar Ikan Bersih Padakembang dibangun oleh Ditjen PDSPKP pada 2017. Pembangunan pasar ini makin menegaskan Tasikmalaya sebagai sentra produksi ikan air tawar khususnya untuk jenis ikan mas, nilem, nila dan gurami.

Dengan total produksi ikan air tawar sebesar 72.161,18 ton pada 2021, kehadiran Pasar Ikan Bersih diharapkan menjadi fasilitas pemasaran produk perikanan yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana transaksi, tetapi juga etalase produk-produk perikanan unggulan yang bersih dan berkualitas.

Saat ini, Pasar Padakembang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan dimanfaatkan oleh 22 pedagang yang menampung ikan dari pembudidaya. Selanjutnya ikan dikirim ke berbagai pasar yaitu Kota Tasikmalaya, Subang, Bandung dan Jakarta.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menkop dan UKM Teten Masduki sepakat memperkuat sinergi untuk meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan Indonesia melalui pengembangan peran koperasi dalam usaha perikanan.

Salah satu wujud sinergi yang dimaksud adalah dukungan pinjaman modal bagi pelaku usaha bidang perikanan melalui program dana bergulir yang dikelola oleh Kemenkop dan UKM. Baik untuk usaha bidang perikanan tangkap, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper