Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelindo Paparkan Strategi Ciptakan Efisiensi Logistik Lewat Dry Port

Pembangunan dry port ini nantinya dilaksanakan secara bertahap, tidak sekaligus akan beroperasi keseluruhan. Rerata luas yang telah disiapkan hampir 2 hektare.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 Maret 2022  |  09:41 WIB
Makassar New Port.  - Pelindo IV
Makassar New Port. - Pelindo IV

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 menyusun rencana strategis agar pelabuhan daratan atau dry port di Jeneponto dan Sidrap mampu mengurangi biaya logistik yang ditanggung oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Regional Head 4 Pelindo Dwi Rahmad Toto mencermati dengan kondisi saat ini, volume truk yang melintasi di wilayah Selatan dan Utara Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup padat. Dua wilayah itulah yang menurutnya bisa menjadi kantong yang bisa diharapkan menumbuhkan perekonomian baru dan bisa memberikan manfaat bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta tentunya perekonomian daerah setempat dari pergerakan arus logistik.

Saat ini, kata dia, sudah tercipta jalur distribusi eksisting, di wilayah Selatan Sulsel hampir semua barang ekspor sudah masuk dalam peti kemas dan langsung ke pelabuhan. Begitu juga dengan yang di wilayah Utara.

Nah kalau yang sudah tercipta, memang nanti diharapkan ada perubahan pola terutama untuk yang UMKM dan pengusaha-pengusaha kecil yang selama ini menggunakan truk-truk dengan ukuran yang kecil. Ini yang akan coba kami atur dan arahkan untuk masuk ke dry port, sehingga ada efisiensi biaya,” ujarnya, Kamis (3/3/2022).

Namun, lanjutnya, untuk mewujudkannya, baik pemprov, pemkab dan Pelindo tidak bisa bekerja sendiri. Menurutnya realisasi rencana tersebut harus didukung oleh instansi yang menangani regulasi dan stakeholder terkait. Misalnya dari pihak pelayaran untuk menempatkan personilnya di wilayah tersebut.

“Misalnya juga untuk pengusaha yang butuh pengurusan dokumen karantina dan lain-lain. Itu yang juga akan kita lakukan di dry port, adanya perwakilan instansi yang lebih memudahkan proses klasifikasi dan dokumentasi untuk berbagai hal yang dibutuhkan,” terangnya.

Terkait konsep dry port yang akan dibangun nanti, Toto juga menyebut akan ada pelayanan administrasi dan personil secara fisik dari instansi terkait. Hal ini supaya bisa memperlancar sirkulasi arus barang. Dengan demikian, ujarnya, sudah dilakukan standarisasi sesuai dengan kebutuhan pada saat barang yang ada masih di dry port.

Barang tersebut juga sudah siap dimasukkan ke dalam peti kemas. Kemudian dilakukan administrasi pengiriman dokumen dan lain-lain. Tujuannya agar ketika dikirim ke pelabuhan, barang tersebut sudah clear dalam administrasi. Tak perlu ada proses pengurusan tambahan yang harus dilakukan untuk mempersingkat waktu.

Pembangunan dry port ini nantinya dilaksanakan secara bertahap, tidak sekaligus akan beroperasi keseluruhan. “Sambil melihat perkembangan dan kebutuhannya seperti apa. Tidak langsung dibangun di lahan yang disiapkan, yang rerata luasnya hampir 2 hektare. Nggak langsung seluas itu, tapi bertahap. Nah itu akan lebih meringankan dan kita juga lihat perkembangannya,” tekannya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan Kabupaten Sidrap menjadi salah satu titik rencana pembangunan lokasi dry port yang akan menjadi hub. Atau dengan kata lain menjadi tempat yang di dalamnya terjadi aktivitas transit barang atau persinggahan barang untuk wilayah Utara di Sulawesi Selatan.

“Melalui dry port di Sidrap akan menjadi pangkalan transit barang dari dan ke wilayah bagian Utara Sulawesi Selatan. Hadirnya dry port nantinya akan mengurangi dampak kemacetan dan lebih mudah mendatangkan eksportir,” terangnya.

Dia juga mengatakan, dry port ini akan menjadi sentra pelabuhan darat oleh Pelindo untuk semua kabupaten di wilayah Utara berkumpul di Sidrap, system containing, registrasi serta mendekatkan pelayanan ekspor ke daerah. Pembangunannya juga merupakan upaya menekan dwelling time atau waktu tunggu barang loading ke kapal di MNP.

“Kami harap efisiensi biaya dan waktu tempuh ke pelabuhan muat di Makassar, serta dapat mengurangi kemacetan lalu lintas jalan dan mengurangi beban kerusakan jalan raya,” kata Andi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo iv Dry Port
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top