Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Palembang Sudah Terintegrasi 3 Angkutan Umum Lho, Ini Buktinya

Kementerian Perhubungan menyatakan tiga angkutan umum di Kota Pelambang yaitu Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), dan Angkutan Kota (Angkot) kini sudah saling terintegrasi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  17:57 WIB
Sejumlah penumpang berada di dalam gerbong Light Rail Transit (LRT) Palembang di Stasiun Dekranasda Jakabaring (DJKA), Palembang, Sumatra Selatan, Senin (23/7/2018). - ANTARA/Nova Wahyudi
Sejumlah penumpang berada di dalam gerbong Light Rail Transit (LRT) Palembang di Stasiun Dekranasda Jakabaring (DJKA), Palembang, Sumatra Selatan, Senin (23/7/2018). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga angkutan umum yaitu Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), dan Angkutan Kota (Angkot) di kota Palembang kini sudah saling terintegrasi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan integrasi tersebut sudah terjadi baik dari sisi fisik maupun perpindahan antarmoda maupun dari sisi sistem pembayarannya. Kota Palembang, sebutnya, menjadi salah satu kota yang memiliki angkutan umum yang lengkap, mulai dari bus, LRT, angkot, sampai ke angkutan sungai dan danau, yang saling terhubung.

Dia menginginkan angkutan massal yang sudah dibangun ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Palembang dan sekitarnya.

“Naik angkutan umum di Kota Palembang sekarang semakin nyaman dan bisa diandalkan. Harga terjangkau, aksesnya mudah, tidak macet, mengurangi tingkat kecelakaan, dan lebih ramah lingkungan,” ujarnya, Minggu (27/2/2022).

Menhub menekankan dengan adanya integrasi tersebut, maka akan makin memudahkan aksesibilitas dan meningkatkan kenyamanan masyarakat menggunakan angkutan umum perkotaan di Palembang dan sekitarnya.

Selanjutnya, Menhub berkomitmen bahwa pemerintah melalui Kemenhub berkolaborasi secara pentahelix dengan pemerintah daerah, para akademisi, budayawan, sosiolog, media dan para tokoh masyarakat, untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan angkutan umum. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data, penggunaan kendaraan pribadi khususnya kendaraan bermotor roda dua yang semakin meningkat di kota Palembang, berdampak pada meningkatnya jumlah kecelakaan lalu lintas.

Pada 2020, terjadi sebanyak 478 kejadian kecelakaan lalu lintas yang didominasi kecelakaan kendaraan bermotor roda dua. Sedangkan pada tahun 2021, jumlahnya meningkat menjadi 772 kejadian, dan masih di dominasi oleh kendaraan bermotor roda dua.

Selain itu, Menhub mendorong agar integrasi ini juga bisa menimbulkan semangat Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan angkutan umum berbasis jalan dan rel di kawasan perkotaan.

"Melalui gerakan ini, Kemenhub mengajak masyarakat untuk mengutamakan penggunaan angkutan umum daripada kendaraan pribadi dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Kota Palembang menjadi kota percontohan dari gerakan ini, yang nantinya dapat diaplikasikan di kota-kota lainnya yang memiliki karakteristik yang sama," ucapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang Kemenhub angkutan umum
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top