Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Deretan Proyek Adik Prabowo di IKN

Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, memiliki sejumlah proyek yang bakal dibangun di dekat Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 09 Februari 2022  |  09:23 WIB
Prabowo Subianto bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
Prabowo Subianto bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Hashim S. Djojohadikusumo, adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, memiliki sejumlah proyek yang akan dibangun di dekat Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

Seperti ramai diberitakan, adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dituduh mendapatkan jatah proyek terkait pembangunan Ibu Kota Negara Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur.

“Ini bisa saya katakan adalah kebohongan besar dan fitnah,” kata Hashim Djojohadikusumo dilansir dari Tempo, Selasa (8/2/2022).

Hashim mengatakan perusahaan miliknya Arsari Group sudah memiliki lahan di daerah Balikpapan, Kalimantan Timur sejak 2007. Luasnya 173 ribu hektare.

Pada 2016, Hashim memulai proyek penyediaan air bersih untuk menyuplai kebutuhan air ke masyarakat dan industri-industri. Berikut ini rangkuman Bisnis terkait proyek Hashim S. Djojohadikusumo di Penajam Paser Utara:

1. Proyek Biofuel

Arsari Group, perusahaan milik Hashim, berencana membangun proyek biorefinery untuk menghasilkan biomassa maupun biofuel dengan perusahaan Amerika Serikat Lanzatech di dekat Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

Chief Executive Officer (CEO) Arsari Group Hashim mengatakan perusahaan asal AS tersebut akan menyediakan teknologi biorefinery lewat kerja sama dengan anak usaha Arsari Group, Arsari Enviro Industri. 

“Saya sudah tunjuk teknologi dari mereka. Saya sebagai costumernya. Mereka rancang biorefinery,” katanya saat konferensi pers, Selasa (8/2/2022).

Dia memperkirakan proyek ini dapat menelan investasi sekitar US$250 juta - US$300 juta atau setara Rp3,5 triliun - Rp4,2 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS).

Menurutnya, proyek ini sudah direncanakan sejak lama oleh perusahaan. Dalam proyek ini nantinya, perusahaan akan memanfaatkan kayu tua maupun ranting untuk diolah menjadi biomassa. Sebaliknya, produk biomassa rencananya untuk diekspor ke luar negeri. 

Untuk memperoleh pendanaan tersebut, Hashim berencana untuk mendaftarkan perusahaannya pada bursa efek Indonesia (BEI) demi memperoleh modal dari publik. Pertemuan dengan direksi BEI telah dilakukannya sejak enam bulan lalu. 

“Kami sudah sampaikan rencana untuk pembangunan biofuel dan renewable energy. Mereka sambut dengan baik,” tuturnya.

    1 dari 2 halaman

    Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

    Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

    prabowo subianto Hashim Djojohadikusumo IKN ibu kota negara
    Editor : Amanda Kusumawardhani

    Artikel Terkait



    Berita Terkini Lainnya

    To top